News

Vaksinasi Bisa Putus Mata Rantai Penularan Covid-19 di DKI Jakarta?

Vaksinasi Bisa Putus Mata Rantai Penularan Covid-19 di DKI Jakarta?


Vaksinasi Bisa Putus Mata Rantai Penularan Covid-19 di DKI Jakarta?
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI-P, Gilbert Simanjuntak berpose saat ditemui redaksi AKURAT.CO di Jakarta, Jumat (15/1/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah melakukan vaksinasi periode pertama pada Jumat (15/1/2021) dengan menyasar sejumlah tenaga medis. 

Dengan adanya vaksinasi itu tersebut diharapkan mata rantai penularan wabah dari Wuhan, Tiongkok itu bisa diputus, atau minimal bisa menekan lonjakan kasus corona Ibu Kota  sudah melambung hingga  3.500 kasus per hari.

Berikut wawancara Akurat.co dengan epidemiolog dr Gilbert Simanjuntak yang menjadi salah satu  penerima vaksin pada periode pertama ini. Wawancara dilakukan di ruang prakteknya di Rumah Saki UKI, Sabtu (16/1/2021).

Apa pandangan anda mengenai vaksin sinovac?

Vaksin yang ada saat ini adalah sinovac, saya juga tadi disuntik, kalian juga mungkin ikuti ketika saya katakan bahwa lebih baik tenaga kesehatan itu mendapatkan vaksin dengan kualitas lebih tinggi 95 persen. Kenapa? kalau kalian naik pesawat terbang kemungkinan jatuh 35 persen, pesawat kedua kemungkinan jatuh 5 persen kalian pilih mana?

Omong kosong kalau kalian pilih jatuh 35 persen. enggak berani. tetapi vaksin saat ini adanya itu, ya sudah. 

Sinovac ini terlalu bervariasi itu yang membuat kita secara ilmiah ragu.  Satu orang bilang ini beratnya 91 kg, satu orang bilang beratnya 65 satu orang bilang  50. apa yang kalian lakukan??

Iya kalian juga bingung lihat datanyakan, sama dengan vaksin ini, satu orang bilang efikasinya 91 persen, satu bilang 65 dan yang lain bilang 50 yang mana yang kalian percaya? Secara ilmiah penyelesaian kalau begini, dibikin  lagi penelitian, kalau ini 1.000 sampel bikin lagi  10.000 sampel. lebih akurat. itu yang saya anjurkan, perbanyak sampel. tetapi itu yang ada ya sudahlah.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan 7,9 juta warga vaksin untuk mendapatkan herd immuny bagaimana tanggapan anda?

Bayu Primanda

https://akurat.co