News

Vaksinasi Anak Usia 12-17 Tahun Ditargetkan Kelar 17 Agustus 2021

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memasang target bakal menyelesaikan proses vaksinasi pada anak usia 12 hingga 17 tahun pada 17 Agustus 2021.


Vaksinasi Anak Usia 12-17 Tahun Ditargetkan Kelar 17 Agustus 2021
Tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada warga berusia 12-17 tahun di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (3/7/2021). Fotografer AKURAT.CO/Endra Prakoso (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memasang target bakal menyelesaikan proses vaksinasi pada anak usia 12 hingga 17 tahun pada 17 Agustus 2021. Target vaksinasi anak adalah satu juta orang yang sudah dimulai dari 1 Juli 2021 lalu. 

Adapun vaksinasi pada anak digagas setelah adanya wacana pembelajaran tatap muka yang mau dibuka dalam waktu dekat ini.

Data dari Dinas Kesehatan, jumlah anak-anak yang telah tervaksin satu dosis pertama adalah 64,3 persen. Sedangkan yang sudah mendapat dosis lengkap 2,8 persen.

"Vaksinasi ini terus berlangsung dan insya Allah target kita pertengahan Agustus, 17 Agustus 2021 ini akan kita harapkan akan tervaksin semua seluruh anak 12 hingga 17 tahun," kata Ketua Panitia pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Slamet dalam diskusi virtual Pemaparan Survei Pembukaan Sekolah di DKI Jakarta, Jakarta, Kamis (5/8/2021).

Untuk menggelar pembelajaran tatap muka di tengah pandemi Covid-19 sekarang ini, Dinas Pendidikan DKI Jakarta tak hanya menargetkan anak-anak peserta didik jadi sasaran vaksinasi, tetapi tenaga pendidik dan warga sekolah lainnya juga dibidik. Total sebanyak 142.403 tenaga pendidik yang menjadi sasaran vaksin.

Dari jumlah itu, sudah sebanyak 119.457 tenaga pendidik  atau 83,89 persen telah divaksin satu dosis pertama dan dosis 2 adalah 99.106 orang atau 69,60 persen. Tenaga pendidik itu terdiri dari guru honorer dan Pegawai Negeri Sipil.

"Kita berupaya terus agar vaksinasi peserta didik dan pendidik ini menjadi sebuah target agar nanti kita diperbolehkan (sekolah tatap muka), tetap kita dengan sangat percaya diri ketika kita masuk ke tahapan itu," tegasnya.

Walau persiapan secara teknis, Disdik DKI siap menggelar sekolah tatap muka. Namun keputusan final terkait hal ini berada di bawah kewenangan Kemendikbud. Jadi keputusan terkait dibuka atau tidaknya pembelajaran tatap muka, Pemprov DKI masih tunggu keputusan Pemerintah Pusat.

"Namun untuk teknis pembukaan sekolah kami menunggu kebijakan (dari Kemendikbud). Sampai saat ini, kita belum buka sekolah yang ada. Walaupun ada laporan, ada kasus-kasus atau ada pihak yang kelihatannya ada aktivitas sekolah, tentu kami melakukan monitoring, kami juga melakukan pengawasan, melakukan klarifikasi terhadap pihak itu. Semua ini tercatat dalam sistem JAKI yang semuanya ada CRM," pungkasnya. []