News

Vaksin COVID-19 untuk Masyarakat Adat di Brasil Dialihkan ke Penambang Liar demi Emas

Jaksa federal di negara bagian Roraima, Brasil, sedang menyelidiki laporan penambangan emas ilegal yang ditukar dengan vaksin COVID-19 di cagar alam Yanomami.


Vaksin COVID-19 untuk Masyarakat Adat di Brasil Dialihkan ke Penambang Liar demi Emas
Dua Indian Yanomami mengikuti seorang petugas badan lingkungan Brasil di tambang emas selama operasi melawan penambangan emas ilegal di tanah adat (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Jaksa federal di negara bagian Roraima, Brasil, sedang menyelidiki laporan penambangan emas ilegal yang ditukar dengan vaksin COVID-19 di cagar alam Yanomami. Hal ini diungkapkan oleh kantor kejaksaan kepada Reuters pada Rabu (14/4).

Para kepala suku di wilayah Amazon telah mengeluhkan kesepakatan tersebut. Kejaksaan pun berjanji akan menyelidiki laporan tersebut, termasuk penyelidikan soal pengalihan suntikan vaksin yang ditujukan untuk masyarakat adat.

Brasil saat ini dilanda salah satu gelombang terburuk pandemi virus corona. Suku pribumi pun termasuk yang paling rentan.

Asosiasi Hutukara yang mewakili masyarakat Yanomami melaporkan masalah ini kepada kejaksaan dengan didukung Instituto Socioambiental, organisasi nonpemerintah. Menurut asosiasi itu, seorang petugas medis di Distrik Homoxi memberikan vaksin kepada penambang ilegal dengan imbalan emas. Petugas tersebut juga menjual bensin dan generator kepada para penambang untuk mendapatkan emas.

"Suku Yanomami sudah lama mengeluh bahwa bahan dan obat-obatan yang ditujukan untuk kesehatan masyarakat adat dialihkan ke penambang liar," ungkap Dario Kopenawa Ianomami dari Hutukara dalam surat keluhan resminya yang dikirim ke jaksa dan Kementerian Kesehatan.

Dalam kasus berbeda, ada petugas medis lain bertemu dengan penambang di malam hari dan memberi mereka obat-obatan dengan imbalan emas, menurut asosiasi tersebut.

Kementerian Kesehatan pun menyatakan menerima surat keluhan itu pada 5 April dan telah membuka penyelidikan.[]

Ahada Ramadhana

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu