News

Vaksin Covid-19 Pfizer 91 Persen Efektif untuk Anak-anak, Dosisnya Beda dari Dewasa

Jika lolos pengesahan, anak-anak di AS akan mulai divaksinasi awal bulan November dan terlindung di Hari Natal.


Vaksin Covid-19 Pfizer 91 Persen Efektif untuk Anak-anak, Dosisnya Beda dari Dewasa
Vaksin Covid-19 Pfizer dengan dosis ukuran anak-anak dikemas dalam botol oranye untuk membedakannya dengan dosis untuk dewasa. (Foto: Pfizer via Associated Press) ()

AKURAT.CO Amerika Serikat (AS) tengah mempertimbangkan vaksinasi Covid-19 untuk anak-anak. Badan Makanan dan Obat-obatan (FDA) pun menyatakan pada Jumat (22/10) kalau vaksin Covid-19 dari Pfizer dengan dosis untuk anak-anak terlihat sangat efektif untuk mencegah infeksi bergejala pada anak-anak SD dan tak menyebabkan masalah keamanan yang tak terduga.

Dilansir dari NPR, analisis data Pfizer ini diunggah menjelang rapat publik pekan depan yang membahas apakah suntikan siap diberikan untuk sekitar 28 juta anak-anak berusia 5-11 tahun di AS. FDA akan meminta panel ahli vaksin dari luar untuk berpendapat.

Dalam analisis tersebut, tim ilmuwan FDA menyimpulkan kalau manfaat vaksin untuk mencegah rawat inap dan kematian akibat Covid-19 akan lebih besar daripada potensi efek samping serius pada anak-anak. Namun, tim peninjau FDA berhenti mendesak agar suntikan Pfizer disahkan. Badan ini akan bertanya-tanya ke panel penasihat independennya pada Selasa (26/10) dan mempertimbangkan saran mereka sebelum membuat keputusan.

Jika FDA mengizinkan vaksinasi, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) akan membuat rekomendasi tambahan tentang siapa yang harus disuntik pada pekan pertama bulan November. Jadi, anak-anak dapat mulai divaksinasi awal bulan depan, sehingga mereka bisa terlindung sepenuhnya pada Hari Natal.

Vaksin Pfizer dosis penuh sudah direkomendasikan untuk orang-orang berusia 12 tahun ke atas. Di sisi lain, dokter anak dan para orang tua cemas menunggu perlindungan bagi anak-anak yang lebih kecil untuk membendung infeksi dari varian Delta yang sangat menular dan membantu mereka tetap bersekolah.

Menurut tinjauan FDA terhadap vaksin Pfizer, suntikan 2 dosis hampir 91 persen efektif dalam mencegah infeksi bergejala pada anak-anak. Angka tersebut didapat berdasarkan 16 kasus Covid-19 pada anak-anak yang diberikan suntikan plasebo dibandingkan 3 kasus di antara anak-anak yang divaksinasi.

Tak ada penyakit parah yang dilaporkan. Yang divaksinasi pun bergejala jauh lebih ringan daripada anak-anak yang tak divaksinasi. Sebagian besar data penelitian ini dikumpulkan di AS selama Agustus dan September ketika varian Delta mendominasi.

Tinjauan FDA tak menemukan efek samping baru atau tak terduga. Sebagian besar keluhan terdiri dari sakit lengan, demam, atau pegal-pegal. Namun, ilmuwan FDA menyadari penelitian ini tak cukup besar untuk mendeteksi efek samping yang sangat langka, termasuk miokarditis, sejenis peradangan jantung yang kadang terjadi setelah dosis kedua.

FDA menggunakan pemodelan statistik untuk mencoba memprediksi berapa banyak rawat inap dan kematian akibat Covid-19 yang mampu dicegah vaksin versus jumlah potensi efek samping jantung yang mungkin ditimbulkannya. Dalam 4 skenario pandemi, vaksin jelas mencegah lebih banyak rawat inap daripada prediksi efek samping jantung. Jadi, secara keseluruhan, regulator tersebut menyimpulkan bahwa manfaat perlindungan vaksin jelas akan lebih besar daripada risikonya.