News

Vaksin Covid-19 India, Covaxin Berhasil Kantongi Izin Penggunaan Darurat dari WHO

Persetujuan atas Covaxin pada akhirnya akan membuka jalan bagi India untuk memberikan pasokan vaksinnya ke upaya berbagi vaksin global atau COVAX.


Vaksin Covid-19 India, Covaxin Berhasil Kantongi Izin Penggunaan Darurat dari WHO
Seorang petugas kesehatan menunjukkan botol berisi dosis Covaxin, vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh Bharat Biotech, di pusat vaksinasi, di New Delhi, India, 3 Juli 2021. (Mayank Makhija | NurPhoto | Getty Images)

AKURAT.CO  Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu (3/11) menyatakan telah menyetujui vaksin Covid-19 buatan perusahaan India, Bharat Biotech untuk penggunaan darurat.

Dengan izin itu, maka Bharat Biotech memiliki peluang untuk mengirimkan vaksinnya yang dikenal dengan Covaxin ke negara-negara yang mengandalkan panduan WHO untuk keputusan peraturan mereka. Izin ini juga bisa membantu jutaan orang India yang telah menerima vaksinasi untuk bepergian ke luar negeri.

Selain itu, persetujuan atas Covaxin pada akhirnya akan membuka jalan bagi India untuk memberikan pasokan vaksinnya ke upaya berbagi vaksin global atau COVAX, yang dipimpin WHO. Sehingga, distribusi atau akses vaksin Covid-19 makin bisa diberikan secara adil dan merata untuk negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah

Seperti diwartakan Reuters, grup penasihat teknis WHO telah memutuskan bahwa manfaat Covaxin secara signifikan lebih besar daripada risikonya. Disebutkan pula bahwa vaksin itu telah dan memenuhi standar WHO untuk perlindungan terhadap Covid-19.

Kelompok penasihat diharapkan membuat keputusan tentang Covaxin minggu lalu, tetapi mereka meminta klarifikasi tambahan dari Bharat Biotech sebelum melakukan penilaian akhir soal risiko dan manfaat untuk penggunaan Covaxin secara global.

Covaxin juga telah mendapatkan tinjauan dari Kelompok Ahli Penasihat Strategis WHO, yang merekomendasikan penggunaannya dalam dua dosis, dengan interval empat minggu, dan ditujukan untuk semua kelompok usia 18 tahun ke atas. 

Dengan izin penggunaan darurat itu, Covaxin resmi menjadi vaksin ketujuh yang mendapatkan dukungan dari WHO. Sementara, beberapa vaksin yang disetujui WHO untuk penggunaan darurat sebelumnya termasuk suntikan mRNA dari Pfizer/BioNTech dan Moderna; vaksin vektor adenovirus yang dikembangkan oleh AstraZeneca dan Johnson & Johnson; dan vaksin dengan virus tidak aktif dari Sinovac Biotech dan Sinopharm.

Bharat Biotech yang mengembangkan Covaxin dengan badan penelitian negara bagian India, mulai berbagi data dengan WHO sejak awal Juli.

Keputusan WHO atas Covaxin telah membuat saham mitra Bharat Biotech yang berbasis di AS, Ocugen Inc, melonjak lebih dari 6 persen dalam perdagangan pra-pasarnya.[]