News

Vaksin AstraZeneca untuk DIY Tak Masuk yang Disetop Kemenkes

Seluruh vaksin COVID-19 AstraZeneca yang sudah dikirim pusat untuk masyarakat di DIY tak termasuk batch vaksin yang dihentikan distribusinya oleh Kemenkes.


Vaksin AstraZeneca untuk DIY Tak Masuk yang Disetop Kemenkes
Dalam foto ini, sebuah tabung reaksi berlabel vaksin terlihat di depan logo AstraZeneca (Yahoo News)

AKURAT.CO, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) memastikan seluruh vaksin COVID-19 AstraZeneca yang sudah dikirim pusat untuk masyarakat di DIY tak termasuk kumpulan produksi (batch) vaksin yang dihentikan distribusi dan penggunaannya oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"DIY bukan (batch) itu. Itu kan baru dikirim ke dua provinsi, kalau saya nggak salah DKI dan Sulawesi Utara," kata Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Senin (17/5/2021).

Maka dari itu, Aji menegaskan Pemda DIY bakal tetap memakai AstraZeneca untuk melanjutkan program vaksinasi COVID-19.

"AstraZeneca kita bukan termasuk yang dihentikan itu. Jadi tetap jalan, sesuai rencana kita tetap menggunakan persediaan vaksin AstraZeneca," imbuh Aji.

Dikatakan Aji, di DIY vaksin AstraZeneca baru diberikan kepada jajaran TNI/Polri. Dia lantas mengklaim belum menerima laporan adanya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dari penggunaan AstraZeneca.

"Kebetulan sampai hari ini tidak ada keluhan apa-apa," klaimnya.

Vaksin AstraZeneca tersedia nantinya bakal diberikan kepada masyarakat sipil di DIY. Kendati, Pemda DIY terlebih dahulu akan menghabiskan persediaan vaksin Sinovac yang diberikan sebagai dosis kedua dengan sasaran para lansia dan tenaga pengajar atau guru.

"Vaksin itu kita nggak bisa milih, beli impor nggak bisa. Semua disediakan Kemenkes. Jadi semua yang sudah diadakan Kemenkes, kemudian sudah diuji klinis oleh BPOM, lalu dikirim ke kita, itu yang kita pakai," tutup Aji.

Sebelumnya, Kemenkes mengumumkan penghentian sementara distribusi dan pemakaian ratusan ribu dosis vaksin AstraZeneca batch CTMAV547. Keputusan ini menindaklanjuti laporan KIPI serius dua warga DKI Jakarta yang meninggal selepas menerima suntikan vaksin.[]

Ahada Ramadhana

https://akurat.co