News

Vaksin Astrazeneca Hanya Diberikan Kepada Warga  18 Tahun ke Atas Bukan untuk Ibu Hamil

Vaksin pabrikan Inggris itu juga tidak diperkenankan untuk ibu hamil dengan berbagai pertimbangan medis.


Vaksin Astrazeneca Hanya Diberikan Kepada Warga  18 Tahun ke Atas Bukan untuk Ibu Hamil
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti (AKURAT.CO/Yohanes Antonius )

AKURAT.CO, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti menyebut vaksin Astrazeneca tidak bisa diberikan kepada masyarakat kelompok usia 17 tahun ke bawah.

Selain itu vaksin pabrikan Inggris tersebut juga tidak diperkenankan untuk ibu hamil dengan berbagai pertimbangan medis.

Larangan penggunaan vaksin kepada kelompok masyarakat ini kata Widyastuti juga sebetulnya berlaku untuk penggunaan vaksin Sinovac yang dipakai di Jakarta sejak awal tahun lalu. 

"Sama dengan konfisinga vaksin sinovac jadi bisa diberikan pada usia lebih dari 18 tahun ke atas, kemudian memang tidak diberikan pada ibu hamil, jadi sama dengan sinovac," kata Widystuti dalam sebuah diskusi virtual  Kamis (6/5/2021).

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini menggunakan dua jenis vaksin ini sebagai upaya memutus mata rantai penularan Covid-19 di Ibu Kota.

Vaksin Astrazeneca baru didistribusikan Rabu (6/5/2021) kemarin dengan sasaran yang sudah mencapai 28.000 warga yang terdiri dari pedagang pasar, pelaku UMKM serta karyawan perkantoran.

Kendati begitu Widyastuti mengaku sejauh pihaknya masih belum mengetahui durasi waktu kedua vaksin itu memberi perlindungan kepada para penerima. Namun diharapkan bisa bertahan  minimal dalam kurun waktu setahun.

"Pemerintah Indonesia memilih  tujuh vaksin kalau tidak salah,  tentu berbagai pertimbangan dimana diharapkan minimal memberikan perlindungan setahun, tetapi kami di DKI Jakarta belum mendapatkan rilis resmi baik apakah itu astrazeneca maupun sinovac itu memberikan perlindungan berapa tahun," tuturnya.

Dikutip AKURAT.CO dari instagram @dinkesdki,  vaksin Astrazeneca disebut sudah mendapat Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan POM yang menjamin bahwa vaksin ini aman dan berkualitas.

Vaksin ini memang  sempat menuai polemik karena mengandung  enzim babi. Namun Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah memberi pemakluman, vaksin itu bisa diperbolehkan untuk dipakai di Indonesia.    

"Fatwa MUI menyatakan penggunaan vaksin Astrazeneca bersifat mubah (diperbolehkan)," klaim akun resmi milik Pemporov DKI Jakarta itu.

Adapun 1,1 juta dosis vaksin Astrazeneca telah tiba di Indonesia. Vaksin itu merupakan dukungan dari COVAX Facility. Vaksin ini telah disalurkan di 7 Provinsi di Indonesia yakni, Jakarta, Kepulauan Riau, Jawa Timur, Bali, Sumatera Utara, dan Maluku.

"Vaksin Astrazeneca diberikan kepada masyarakat dengan usia minimal 18 tahun sebanyak dua dosis dengan 0,5 mili dosisnya. Berdasarkan rekomendasi WHO efikasi Astrazeneca terbaik didapatkan pada interval pemberian vaksin 12 minggu," tutur akun tersebut. []

 

 

Bayu Primanda

https://akurat.co