Lifestyle

Vaksin 1 dan 2 Pakai Sinovac, Booster Pakai Vaksin Ini

Jika pada vaksinasi dosis ke-1 dan ke-2 menggunakan vaksin Sinovac atau CoronaVac, vaksin booster menggunakan empat jenis vaksin


Vaksin 1 dan 2 Pakai Sinovac, Booster Pakai Vaksin Ini
Ilustrasi vaksin (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Vaksinasi dosis ketiga atau vaksin booster untuk masyarakat umum telah dimulai 12 Januari 2022. Vaksinasi booster dilakukan serentak di Indonesia dengan target 21 juta sasaran untuk bulan Januari 2022.

Jika pada vaksinasi dosis ke-1 dan ke-2 menggunakan vaksin Sinovac atau CoronaVac, apa yang digunakan pada vaksin booster?

Penentuan jenis vaksin booster yang diberikan sudah berdasarkan tinjauan para ahli dan persetujuan BPOM. Adapun jenis vaksin booster untuk penerima vaksin 1 dan 2 Sinovac anatara lain:

baca juga:

  • Sinovac full dosis
  • Zifivax full dosis
  • Pfizer setengah dosis
  • AstraZeneca setengah dosis

Pemberian booster ini disesuaikan dengan ketersediaan vaksin di fasilitas kesehatan. Jenis vaksin ketiga yang diberikan akan ditentukan oleh petugas kesehatan, berdasarkan riwayat vaksinasi dosis 1 dan 2 yang diterima dan sesuai ketersediaan vaksin di tempat layanan.

Lalu, bagaimana cara mendapatkan vaksin booster ini? Dikutip dari laman sehatnegeriku.kemkes.go.id, berikut adalah cara mendaftar untuk dapatkan vaksinasi booster melalui website atau aplikasi PeduliLindungi.

  • Buka website pedulilindungi.id atau aplikasi PeduliLindungi. Lalu, masukkan "Nama Lengkap" dan "NIK" di kolom yang tertera di website itu.
  • Klik periksa. Setelah itu akan muncul status vaksinasi dan tes Covid-19.

Meski diberikan secara gratis dan bisa mendaftra lewat aplikasi PeduliLindungi, tetap ada ketentuan yang harus diperhatikan sebelum menerima booster. 

Sebelum divaksin, petugas medis akan mengecek apakah apakah kondisi badan siap di vaksin mellaui skrining. 

Apa saja syarat vaksin booster? Ini ketentuan dari Kementerian Kesehatan RI 

  • Berusia 18 tahun ke atas
  • Telah mendapatkan vaksinasi primer dosis lengkap minimal 6 bulan sebelumnya
  • Lolos skrining vaksinasi booster

Sementara kriteria untuk kriteria lolos skrining, antara lain:

  • Suhu tubuh di bawah 37,5 derajat celsius
  • Tekanan darah normal tidak lebih dari 140/90 mmHg
  • Tidak memiliki gangguan pembekuan darah, kelainan darah, defisiensi imun, atau penerima transfusi darah yang sedang dalam tahap pengobatan
  • Tidak memiliki penyakit autoimun, atau penyakit autoimunnya sudah terkontrol
  • Tidak sedang dalam pengobatan imunosupresan, seperti kortikosteroid dan kemoterapi
  • Tidak memiliki penyakit penyerta, seperti gangguan hati, jantung, diabetes, HIV, hipertiroid, dan ginjal yang tidak terkontrol
  • Tidak memiliki penyakit asma berat yang tidak terkontrol

Sementara itu syarat untuk ibu hamil kurang lebih sama seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Hanya saja dalam tahapan skrining ada beberapa poin tambahan, antara lain: 

  • Usia kehamilan lebih dari 13 minggu
  • Bebas keluhan preeklampsia (kaki bengkak, sakit kepala, nyeri ulu hati, pandangan kabur, tekanan darah tinggi)
  • Tidak pernah terkonfirmasi positif Covid-19