Ekonomi

Utang Luar Negeri RI Naik 4,8%, Nyaris Tembus Rp6.000 Triliun!

BI mencatat posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada April 2021 mencapai US$418 miliar atau setara Rp5.956 triliun.


Utang Luar Negeri RI Naik 4,8%, Nyaris Tembus Rp6.000 Triliun!
Suasana gedung Bank Indonesia di Jakarta Pusat, Rabu (14/8/2019). Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan, Bank Indonesia memiliki beberapa instrumen termasuk yang sifatnya hedging instrumen seperti Domestic Non Delivery Forward (DNDF). Instrumen transaksi DNDF ini memberikan alternatif lindung nilai bagi pelaku pasar, sehingga mengurangi demand di pasar spot. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) mencatat posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada April 2021 mencapai US$418 miliar atau setara Rp5.956 triliun (mengacu kurs Rp14.251 per dolar AS). Angka ini tumbuh 4,8 persen (yoy), lebih rendah dari pertumbuhan bulan sebelumnya 7,2 persen (yoy).

Mengutip keterangan resmi BI, Jakarta, Selasa (15/6/2021), perkembangan tersebut didorong oleh perlambatan pertumbuhan posisi ULN Pemerintah dan ULN Swasta.

ULN pemerintah pada April 2021 mencapai US$206 miliar atau tumbuh 8,6 persen (yoy), melambat dibandingkan pertumbuhan pada Maret 2021 sebesar 12,6 persen (yoy).

baca juga:

Lebih lanjut, pertumbuhan ULN pemerintah pada April 2021 terjadi seiring dengan penarikan neto pinjaman luar negeri yang digunakan untuk mendukung pembiayaan program dan proyek, di antaranya program inklusi keuangan.

Sentimen positif kepercayaan pelaku pasar global yang tetap terjaga, mendorong investor asing kembali menempatkan investasi portofolio di pasar Surat Berharga Negara (SBN) domestik.

BI mengklaim ULN Pemerintah tetap dikelola secara hati-hati, kredibel, dan akuntabel untuk mendukung belanja prioritas, termasuk upaya penanganan pandemi Covid-19 dan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Saat ini ULN itu mencakup sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (17,7 persen dari total ULN Pemerintah), jasa kesehatan dan kegiatan sosial (17,1 persen), jasa pendidikan (16,3 persen), konstruksi (15,3 persen), serta jasa keuangan dan asuransi (12,8 persen).

Posisi ULN pemerintah di bulan April 2021 relatif aman dan terkendali mengingat hampir seluruhnya merupakan ULN dalam jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,9 persen dari total ULN Pemerintah.

Sementara itu, ULN swasta pada April 2021 tercatat US$209 miliar atau tumbuh 1,2 persen (yoy), melambat dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 2,6 persen (yoy). Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan ULN lembaga keuangan yang terkontraksi semakin dalam pada April 2021 sebesar 8,8 persen (yoy) dari kontraksi 6,6 persen (yoy) pada bulan sebelumnya.