Olahraga

Utamakan ‘Produk Lokal’, Pemerintah Perketat Proses Naturalisasi Pemain Asing

PSSI berencana ingin menaturalisasi sejumlah pemain untuk kebutuhan tim nasional atas rekomendasi pelatih Shin Tae-Yong.


Utamakan ‘Produk Lokal’, Pemerintah Perketat Proses Naturalisasi Pemain Asing
Salah satu pemain naturalisasi Indonesia, Ezra Walian saat berlaga di SEA Games 2017. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Pemerintah Republik Indonesia menjelaskan bahwa nanti tidak akan mudah bagi bagi warga negara asing untuk menjadi warga negara Indonesia agar bisa memperkuat cabang-cabang olahraga di tanah air.

Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia akan memperketat proses naturalisasi, dan akan lebih memanfaatkan potensi pemain dalam negeri.

“Untuk naturalisasi akan saya perketat untuk semua cabang olahraga. Kita akan lihat seberapa besar urgensinya. Sebaiknya memanfaatkan potensi yang ada,” kata Menpora Amali di kantornya, Senayan, Jumat (2/7).

“Tidak boleh lagi kita mengharapkan prestasi secara instan, itu tidak bagus untuk pembinaan prestasi jangka panjang yang berkesinambungan.”

Hal tersebut diungkapkan politisi partai Golkar tersebut menanggapi rencana Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) yang ingin menaturalisasi pemain untuk kebutuhan tim nasional Indonesia atas rekomendasi pelatih Shin Tae-Yong.

Proses naturalisasi yang semakin ketat tersebut dilakukan karena pemerintah ingin membangun prestasi berdasarkan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang sudah disusun bersama stakeholder olahraga saat ini.

Khusus untuk naturalisasi di cabang olahraga sepakbola, Amali menilai hal itu tidak terlalu efektif dalam pembentukan Timnas. Sebab, kualitas pemain yang dinaturalisasi ternyata tidak terlalu berbeda jauh dengan pemain asli dalam negeri.

“Pada saat turnamen pra musim Piala Menpora yang lalu, saya sangat serius memperhatikan kualitas pemain naturalusasi itu. Mereka belum bisa jadi panutan bagi para pemain asli kita,” ujarnya.

Bahkan, lanjut Menpora Amali, pada salah satu pertandingan justru pemain naturalisasi tidak memberi contoh bermain sepakbola dengan baik sampai pemain tersebut harus dikeluarkan oleh wasit karena terkena kartu merah.

Menurut Amali, perilaku pemain naturalisasi tersebut menunjukan tidak ada kepeduliannya terhadap kepentingan nasional Indonesia. Jauh berbeda dengan pemain yang benar-benar asli, lahir dan besar di Indonesia.

“Yang lebih mengecewakan lagi ada pemain naturalisasi yang dipanggil untuk memperkuat Timnas yang akan bertanding di luar negeri malah beralasan macam-macam dan pulang ke kampung halamannya,” Amali menjelaskan.

“Dia sekedar main sepakbola saja tapi jiwa patriotisme dan nasionalisme rendah, sangat beda dengan pemain yang memang asli lahir, besar dan hidupnya di Indonesia.”[]