Olahraga

Usut Tragedi Kanjuruhan, Kemenko Polhukam Bentuk Tim Pencari Fakta

Usut Tragedi Kanjuruhan, Kemenko Polhukam Bentuk Tim Pencari Fakta
Menteri Polhukam Mahfud MD (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD bergerak cepat dengan membentuk tim pencari fakta Tragedi Kanjuruhan.

Ya, tim ini dibentuk untuk mencari tahu fakta penyebab terjadi meregangnya 125 nyawa penonton usai laga Liga 1 Indonesia 2022-2023 antara Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu 1 Oktober lalu.

"Pemerintah sangat terpukul dengan peristiwa yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang yang menjatuhkan hingga 125 korban," kata Mahfud dikutip laman Indosport.

baca juga:

"Kita menjadi negara dengan tragedi sepak bola terbesar ketiga dunia, setelah Peru dan Ghana."

Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan untuk mengadakan investigasi lebih lanjut terhadap peristiwa ini. Dalam hasil rakorsus, Mahfud MD menindaklanjuti instruksi Presiden dengan membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF).

Tim bakal diisi pejabat kementrian terkait, organisasi profesi sepak bola, pengamat, akademisi, dan media massa yang akan diumumkan secepatnya.

Anggota tim akan diumumkan secepatnya paling lama 24 jam kedepan serta seluruh tugas akan diupayakan selesai dalam 2 hingga 3 minggu.

Hasil Pembahasan Rapat

Dalam konferensi pers pembahasan hasil rapat rakorsus, Mahfud MD mengutarakan beberapa tugas jangka pendek atas tindak lanjut dari instruksi presiden.

"Polri segera mengungkap pelaku yang terlibat tindak pidana, dan melakukan evaluasi terhadap penyelenggaran keamanan," tutur Mahfud.

Aparat yang turut mengawal pertandingan turut menjadi fokus. Hal ini dikarenakan terdapat beberapa oknum yang melakukan tindakan yang tidak sepantasnya.

"Kepada Panglima TNI melakukan tindakan cepat sesuai dengan aturan. Banyak anggota TNI yang melakukan tindakan berlebih. Untuk PSSI agar segera melakukan tindakan secara mendalam agar PSSI dapat terkendali baik," kata Mahfud.

Selain itu, Mahfud juga menyampaikan bahwa pemerintah akan mengusulkan santunan sosial yang akan dilakukan satu hingga dua hari kedepan.

"Kemenkes diharap memberikan pelayanan kesehatan dengan tidak mempersoalkan biaya. Semua akan diurus negara," jelas Mahfud MD.

"Lalu menpora secepatnya mengundang PSSI, pemilik klub, dan panpel untuk memastikan tegaknya peraturan. Baik yang dibuat FIFA maupun diatur perundang-undangan negara."

Tragedi berdarah ini menjadi sorotan karena banyaknya korban jiwa yang berjatuhan dan pemerintah dituntut melakukan penyelidikan secara mendalam.

Jadwal Pertandingan Terlalu Malam

Laga Arema FC vs Persebaya Surabaya yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan dimulai dengan waktu kick-off pukul 20.00 WIB. Jadwal kick off yang terlalu malam turut menjadi sorotan karena dianggap menjadi salah satu penyebab insiden.

Banyak pihak menyalahkan panitia penyelenggara dan PSSI atas waktu kick off yang larut malam. Dampak dari tragedi di Stadion Kanjuruhan ini menimbulkan banyak korban meinggal dan terluka. 

Menanggapi sorotan jam kick-off yang terlalu malam, Sekjen PSSI Yunus Nusi mengatakan sudah ada kesepakatan antara panpel dan kepolisian.[]

Lihat Sumber Artikel di Indosport Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Indosport.com Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Indosport.com