News

Usut Kasus Suap Haryadi Suyuti, KPK Periksa 4 Petinggi Summarecon

Usut Kasus Suap Haryadi Suyuti, KPK Periksa 4 Petinggi Summarecon
Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) (AKURAT.CO/Bayu Primanda)

AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dijadwalkan akan memanggil sekaligus memeriksa empat orang petinggi PT Summarecon Agung Tbk. Keempatnya akan diperiksa terkait kasus dugaan suap pengurusan izin mendirikan bangunan (IMB) apartemen di Yogyakarta yang menjerat mantan Wali Kotanya yakni Haryadi Suyuti.

Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Bidang Penindakan Ali Fikri mengatakan, tim penyidik masih terus mengumpulkan bukti terkait perkara tersebut lewat pemeriksaan saksi. 

"Hari ini TPK suap pengurusan perizinan di wilayah Pemerintah Kota Yogyakarta, untuk tersangka HS (Haryadi Suyuti)," ucap Ali dalam keterangannya, Senin (11/7/2022)

baca juga:

Ali menyampaikan, tim penyidik bakal memeriksa petinggi Summarecon Agung yang terdiri dari Direktur Proyek PT Summarecon Agung Jason Lim; Head of Finance & Accounting Summarecon Property Development Dony Wirawan; Permit Manager PT Summarecon Agung Dwi Putranto Setyaning; dan Staf Akunting PT Summarecon Agung Marthin.

"Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4 Setiabudi Jakarta Selatan," ujar Ali.

Ali tidak menjelaskan, terkait materi pendalaman yang akan dilakukan tim penyidik terhadap para saksi. Namun, diyakini pemeriksaan dilakukan guna menggali informasi serta melengkapi bukti perkara terkait kasus yang dimaksud.

Ali juga berjanji bakal memberikan informasi perkembangan terkait perkara tersebut kepada publik.

Dalam kasus tersebut, KPK menetapkan mantan Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti sebagai tersangka suap terkait pengurusan izin mendirikan bangunan (IMB) apartemen di Yogyakarta.

Bersama Haryadi, KPK juga menetapkan tiga orang lainnya sebagai tersangka yakni Vice President Real Estate PT Summarecon Agung, Oon Nusihono, Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Pemkot Yogyakarta Nurwidhihartana, dan Sekretaris pribadi merangkap ajudan Haryadi, Suyuti Triyanto Budi Yuwono.

KPK juga mengamankan US$27.258 dalam goodie bag terkait perkara tersebut. Adapun peran dalam kasus tersebut, Oon merupakan pemberi suap, dan tiga tersangka lainnya yakni Haryadi, Nurwidhihartana, dan Triyanto Budi penerima suap.

Atas perbuatannya, Oon Nusihono sebagai pemberi disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999. 

Sementara itu Haryadi Suyuti, Triyanto Budi Wuyono, dan Nur Widihartana sebagai penerima disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999. []