News

Usut Dugaan Suap, KPK Dalami Arahan Haryadi Suyuti ke Anak Buahnya untuk Terbitkan IMB Apartemen

Penyidik juga melakukan pendalaman terhadap General Manager (GM) Perencanaan Summarecon Byan Tony.


Usut Dugaan Suap, KPK Dalami Arahan Haryadi Suyuti ke Anak Buahnya untuk Terbitkan IMB Apartemen
Gedung Merah Putih KPK (AKURAT.CO/Fajar Rizky Ramadhan)

AKURAT.CO, Mantan Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti diduga memberikan arahan kepada anak buahnya untuk menerbitkan dokumen pendukung sehingga permohonan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) apartemen yang diajukan PT Summarecon dapat disetujui.

Dugaan itu kini tengah didalami Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam rangkaian proses hukum dugaan suap mantan Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti. Penyidik KPK akan memeriksa Kepala Bidang Tata Ruang Kota Yogyakarta Danang Yulisaksono dan Kepala Paniradya Kaistimewan Kota Yogyakarta. Keduanya diperiksa sebagai saksi. 

Plt Juru Bicara KPK Bidang Penindakan Ali Fikri menuturkan, selain saksi tadi, penyidik juga melakukan pendalaman terhadap General Manager (GM) Perencanaan Summarecon Byan Tony; Perencana Summarecon Raditya Satya Putra dan Anton Triatmojo.

baca juga:

Ali membeberkan ketiganya didalami pengetahuannya terkait pembahasan internal di PT Summarecon Agung untuk pengajuan pemohonan IMB ke Pemkot Yogyakarta.

"Ketiga saksi ini hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait pengetahuan saksi soal pembahasan internal di PT SA untuk pengajuan permohonan IMB ke Pemkot Yogyakarta," ungkap Ali, Jumat (24/6/2022). 

Ali juga menyampaikan salah seorang saksi lainnya yang dijadwalkan untuk diperiksa tak memenuhi panggilan tim penyidik. Saksi tersebut yakni Manager perizinan PT Summarecon Dwi Putranto Wahyuning.

"Beliau (Dwi Putranto Wahyuning) tidak hadir dan Tim Penyidik melakukan penjadwalan ulang," ujar Ali.

Dalam kasus tersebut, KPK telah menetapkan mantan Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti sebagai tersangka suap terkait pengurusan izin mendirikan bangunan (IMB) apartemen di Yogyakarta.

Haryadi diamankan bersama delapan orang lainnya dalam kegiatan tangkap tangan di Yogyakarta dan Jakarta. Mereka adalah pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta serta pihak swasta.