News

Usut Dugaan Suap di Pemkot Yogyakarta, KPK Garap 6 Saksi

Usut Dugaan Suap di Pemkot Yogyakarta, KPK Garap 6 Saksi
Eks Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti di Gedung Merah Putih KPK (AKURAT.CO/Fajar Rizky Ramadhan)

AKURAT.CO, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami adanya dugaan aliran sejumlah uang untuk memuluskan pengurusan perizinan pembangunan di wilayah Yogyakarta. Penyidik juga mendalami adanya proses pengajuan perizinan ke Pemkot Yogyakarta.

Pendalaman tersebut telah dikonfirmasi lewat sejumlah saksi yang telah diperiksa tim penyidik KPK di Gedung Merah Putih KPK pada Senin (20/6/2022).

"Senin (20/6) bertempat di gedung Merah Putih KPK, Tim Penyidik telah memeriksa sejumlah saksi," ucap Plt Juru Bicara KPK Bidang Penindakan Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (21/6/2022).

baca juga:

Ali mengungkapkan pendalaman tersebut telah didalami lewat enam saksi. Mereka Head of Finance and Accounting Summarecon Property Development Doni Wirawan; Direktur Business and Property Development Summarecon Agung Syatif Benjamin dan Herman Nagaria.

Kemudian Direktur PT Java Orient Property Dandan Jaya Kartika; Staf Finance PT Summarecon Marcella Devita; dan Head of Finance Regional 8 PT Summarecon Amita Kusumawaty.

"Para saksi hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait dengan proses pengajuan perizinan ke Pemkot Yogyakarta dan dugaan adanya aliran sejumlah uang untuk memperlancar pengurusan perizinan dimaksud," ungkap Ali.

Dalam kasus tersebut, KPK telah menetapkan mantan Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti sebagai tersangka suap terkait pengurusan izin mendirikan bangunan (IMB) apartemen di Yogyakarta.

Haryadi diamankan bersama delapan orang lainnya dalam kegiatan tangkap tangan di Yogyakarta dan Jakarta. Mereka adalah pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta serta pihak swasta.

Hasil dari giat OTT tersebut KPK berhasil mengamankan US$27.258 dalam goodie bag.