News

Usulan M Taufik  Soal Gowes Road Bike di Velodrome Ditolak ISSI

ISSI menolak usulan M Taufik agar sepeda balap atau road bike difasilitasi di velodrome.


Usulan M Taufik  Soal Gowes Road Bike di Velodrome Ditolak ISSI
Warga berolahraga saat hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) atau car free day (CFD) di Jalan Layang Non Tol (JLNT) Pangeran Antasari, Jakarta, Minggu (28/6/2020). Pemprov DKI menggelar HBKB di 32 titik di Jakarta untuk mengurai kerumunan warga, salah satunya terletak di JLNT Pangeran Antasari. Namun, lokasi tersebut cenderung sepi jika dibandingkan dengan CFD yang berlangsung di kawasan Sudirman-Thamrin pekan lalu. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) DKI Jakarta menolak saran Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohammad Taufik yang meminta Gubernur Anies Baswedan membuka kawasan Velodrome, Jakarta Timur sebagai lokasi gowes bagi pengguna road bike.

M Taufik memang dari awal sudah menentang keras rencana Gubernur Anies Baswedan membuka  jalur khusus bagi pengguna road bike di Jalan Layang Non Tol  (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang dan Jalan Sudirman-Thamrin.

"Kalau kita lihat velodrome secara spesifikasi sepeda memang berbeda dengan road bike dan lebih ke sepeda trek," kata pengurus ISSI Mufidi dalam sebuah diskusi, Senin (14/6/2021) .

Tidak hanya itu, alasan lain  ISSI menolak velodrome sebagai lokasi gowes road bike adalah biaya perawatan yang  besar. Kata dia, semua fasilitas bersepeda di tempat itu tentu memakan ongkos yang tidak sedikit. Lagipula, penggunaan tempat itu sebagai lintasan sepeda bisa berimbas pada kerumunan orang karena kapasitas lokasi tidak memadai.

"Nah penggunaan juga apabila kita lokalisasi ke velodrome itu akan menimbulkan kerumunan tinggi itu yang pertama. Kemudian juga spesifikasinya harus tepat sekali dengan velodrome dan juga itu memerlukan biaya tinggi untuk perawatan dan penggunaan lokasi di sana," tuturnya.

Mufidi lebih sepakat dengan ide Anies Baswedan yang mencetus road  bike boleh menggunakan jalan raya,  asalkan kebijakan itu harus diimbangi dengan penerapan peraturan yang ketat, mesti ada  batasan - batasan yang diberlakukan.   

"Road bike melintas di jalan raya kita tahu bahwa memang seperti itu dan kecepatannya cukup tinggi, tetapi di sini sepeda road bike tidak hanya sebagai sarana olahraga saja, ada yang sebagai sarana transportasi," imbuhnya.

Sebelumya, Politisi Gerindra DPRD DKI Jakarta Mohammad Taufik menentang keras Ide Gubernur Anies Baswedan yang mau membuka jalur road bike di Jalan Sudirman - Thamin dan Jalan Layang Non Tol Kampung Melayu -Tanah Abang.

Taufik merasa ganjil dengan rencana Anies Baswedan itu. Sebab fasilitas untuk sepeda berkecepatan tinggi itu sudah ada di Velodrome, Jakarta Timur. Fasilitas yang ada diminta untuk dimaksimalkan, bukan justru membuka jalur baru di jalan raya yang hanya mengganggu pengguna jalan lain.

"Kalau dia mau olahraga pakai road bike kan dia ada lapangan dan velodrome. Jadi nggak menggangu yang lain dong," kata Taufik

Taufik meminta, Anies Baswedan tidak menganakemaskan pengguna road bike yang mayoritas datang dari kalangan masyarakat kelas atas.

"Apapun bentuk sepedanya yah sudah pakai jalur sepeda saja. Gitu loh," tegasnya.[]