News

Usul Tambah Masa Jabatan Presiden Benaran Ada Loh! Begini Alasannya

Salah satu pertimbangannya karena anggaran Pemilu yang besar yakni lebih Rp 100 triliun yang sebaiknya digunakan untuk pemulihan ekonomi.


Usul Tambah Masa Jabatan Presiden Benaran Ada Loh! Begini Alasannya

AKURAT.CO - Wakil Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Anggawira menyatakan secara terbuka bahwa dirinya mendukung opsi perpanjangan masa jabatan presiden hingga 2 hingga 3 tahun. 

"Itu kan agenda politik ya, bukan kapasitas saya berbicara dalam konteks politik. Tetapi saya pribadi melihat itu possibility yang bisa saja di-offering (ditawarkan)," kata Anggawira kepada media di Jakarta, Rabu (17/11/2021). 

Anggawira mengungkap dua alasan yang menjadi landasan pendapatnya. Pertama, biaya pemilu 2024 membutuhkan anggaran lebih dari Rp 100 triliun dan anggaran besar ini sebaiknya difokuskan untuk pemulihan ekonomi.  

Kedua, hajatan demokrasi juga kerap menimbulkan kerumunan massa yang dapat memicu lonjakan kasus penularan Covid-19. 

Sementara itu, menurut Anggawira, para menteri juga tidak bisa optimal menjalankan tugasnya jika harus membagai perhatian antara penanganan Covid-19 dan pemilu. Untuk itu, menurut Anggawira, mereka perlu diberi waktu lebih untuk mendorong kinerja ekonomi tidak dipecah fokusnya untuk mengurus Pemilu 2024. 

Anggawira mengatakan, yurisprudensi bisa dilakukan dengan prasyarat-prasyarat. Menurutnya perlu ada persamaan persepsi dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dia meminta masyarakat tidak mendahulukan kepentingan pribadi, namun lebih ke pemulihan ekonomi nasional. 

"Jadi silahkan dikaji, apakah prasyaratnya memenuhi atau tidak. Jangan sampai nanti ada persepsi ini untuk kepentingan pribadi atau kelompok. Kalau misalnya tiga periode kan mengubah undang-undang, karena kan maksimum dua periode," katanya. 

Meskipun demikian, Anggawira mengatakan perpanjangan jabatan presiden harus memenuhi persyaratan dan ketentuan yang berlaku. 

"Kalau memang opsinya perpanjangan, harus dicari perpanjangan itu bisa terjadi karena apa. Kan ada prasyaratnya, tidak bisa dilakukan kalau tidak memenuhi syarat,” ujar Anggawira. 

Sementara itu, wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan wacana perpanjangan masa jabatan Presiden sudah tidak menarik lagi untuk dibahas di DPR. Menurutnya, pembahasan mengenai hal itu hanya ada di masyarakat, tetapi tidak dibahas di DPR. 

"Kalau perbincangan di masyarakat mengenai itu memang banyak sekali, tapi itu dinamika namanya ya," tuturnya di Gedung DPR, Selasa (16/11/2021). 

Ia jyga mengimbau kepada masyarakat agar tidak terus-menerus menggulirkan isu perpanjangan masa pajabatan Presiden Jokowi.[]