Rahmah

Ustaz Utsmani LD PBNU: Puasa Momen Tepat Meningkatkan Rasa Toleransi

Alasan mengapa orang puasa harus bertoleransi


Ustaz Utsmani LD PBNU: Puasa Momen Tepat Meningkatkan Rasa Toleransi
Ustaz Usmani Abdul Bari dalam Kultum Ramadan Akurat.co (Lufaefi/Akurat.co)

AKURAT.CO, Toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia sangat penting dimiliki oleh setiap orang. Mengingat bangsa Indonesia adalah bangsa yang beragam, baik dari sisi suku, ras, budaya, bahkan agamanya.

Sikap toleransi harus dilakukan kapan dan di manapun. Tidak terkecuali di bulan puasa Ramadan. Demikian disampaikan oleh Kasi Kurikulum PDP LD PBNU (Pendidikan Dai Penggerak Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama), Ustaz Usmani Abdul Bari, M.Ag.

Ia menegaskan bahwa setidaknya ada dua alasan mengapa orang yang berpuasa harus memiliki sikap toleransi yang tinggi. "Ada dua alasan penting mengapa di bulan puasa ini perlu memiliki rasa toleransi yang tinggi, pertama karena ibadah puasa merupakan ibadah yang juga merupakan ibadah-ibadah umat terdahulu." Kata Ustaz Usmani.

Kenyataan demikian, sambungnya, membuktikan bahwa terdapat titik temu antar agama-agama, salah satunya ibadah puasa. Sehingga dalam konteks ini, kita sebagai orang Islam wajib mengedepankan tiga prinsip persaudaraan, yaitu persaudaraan Islam, kemanusiaan, dan kebangsaan. Yang esensinya untuk menguatkan nilai-nilai toleransi.

"Alasan kedua mengapa orang yang berpuasa harus memiliki sikap toleransi karena terdapat ajaran profetik bagi orang yang berpuasa. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits Nabi, bahwa saat kita berpuasa dan ada orang yang menyakiti, bahkan akan membunuh, kita diharuskan menjawab 'saya sedang berpuasa'. Sikap ini menempa kita untuk bersikap toleran kepada orang lain." Tegasnya lagi dalam kultum Ramadan Akurat.co, Sabtu (17/04/2021) yang disiarkan langsung di Channel YouTube Akurat.co.

Kepala Madrasah Tsanawiyah Hidayatul Mubtadi'aat Cipondoh Kota Tangerang tersebut juga menegaskan bahwa orang yang berpuasa seharusnya juga tidak boleh mencaci maki, menyebarkan hoax, dan membuat kebodohan-kebodohan lainnya. Sebab demikian hanya akan menghancurkan nilai pahala puasa. 

"Gunakan bulan puasa ini sebagai momen untuk instrospeksi diri, dengan menyadari bahwa tujuan beragama adalah untuk mencari kebenaran sejati dan mencari titik temu, sehingga tumbuh rasa toleransi. Beragama bukan bertujuan untuk berseteru." Pungkas Alumni Ponpes KHAS Kempek Cirebon itu.[]