Rahmah

Ustaz Ade Suryadi: Berdoa Tidak Akan Dikabulkan Jika Tak Mengerti Artinya 

Menurut Ustaz Ade Suryadi LC, bahwa seorang hamba di dalam melaksanakan ibadan dan juga zikirnya harus benar-benar memahami apa yang ia baca.


Ustaz Ade Suryadi:  Berdoa Tidak Akan Dikabulkan Jika Tak Mengerti Artinya 
Ustaz Ade Suryadi LC dalam tayangan Gerakan Subuh Mengaji Aisyiah Jawa Barat yang berjudul "Tuntutan Praktis Berzikir dan Berdoa" yang disiarkan melalui YouTube tvMu Channel, Sabtu (22/1/2022). (Tangkapan Layar YouTube tvMu Channel)

AKURAT.CO  Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa dua orang laki-laki, keduanya melaksanakan salat. Sujudnya, rukuk keduanya sama. Tetapi nilai dari ibadah keduanya bagaikan langit dan bumi.

Hadist di atas, menurut Ustaz Ade Suryadi LC, bahwa seorang hamba di dalam melaksanakan ibadan dan juga zikirnya harus benar-benar memahami apa yang ia baca. Begitu juga dalam gerakan ibadahnya, ia sangat memahami. Sedangkan hamba yang satunya, mungkin hanya sebatas ritual saja.

"Saking hapalnya mungkin dia hanya melontar begitu saja. Meskipun dia tidak paham isinya, tapi begitu lancar dia sampaikan karena aktivitas itu terus berulang tapi kering tanpa makna," ujarnya dalam tayangan Gerakan Subuh Mengaji Aisyiah Jawa Barat yang berjudul "Tuntutan Praktis Berzikir dan Berdoa" yang disiarkan melalui YouTube tvMu Channel, Sabtu (22/1/2022).

baca juga:

Menurut Ustaz Ade, Allah SWT tidak akan menerima doa seseorang jika hatinya lalai, tidak mengetahui rahasia dibaliknya, tidak mentazaburi-nya, maka Allah SWT tidak akan memperhatikannya.

Terkait dengan zikir setelah salat fardhu, kata Ustaz Ade diawali dengan istighfar. Kemudian setelah membaca istighfar, hendaknya untuk membaca doa seperti berikut:

اَللّهُمَّ اَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ وَاِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلاَمُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلاَمِ وَاَدْخِلْنَا اْلجَنَّةَ دَارَالسَّلاَمِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَاذَاْلجَلاَلِ وَاْلاِكْرَامِ   

(Allahumma antas salam wa minkas salam wa ilaika ya’udus salam fahayyina rabbana bis salam wa adkhilnal jannata darassalam tabarakta rabbana wa ta’alaita ya dzal jalali wal ikram).

Jika setelah salat subuh, ditambahkan bacaan ini 10 kali:

اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ لَهُ اْلمُلْكُ وَلَهُ اْلحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ      

(La ilaha illallah wahdahu lasyarikalah, lahul mulku walahul hamdu yuhyi wa yumit wa huwa ‘ala kulli syaiin qadir)

Setelah itu membaca ayat kursi.

اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَأَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

"Alloohu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, laa ta’khudzuhuu sinatuw walaa naum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardli man dzal ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa biidznih, ya’lamu maa baina aidiihim wamaa kholfahum wa laa yuhiithuuna bisyai’im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa’ wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardlo walaa ya’uuduhuu hifdhuhumaa wahuwal ‘aliyyul ‘adhiim.”

Artinya: "Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya?

Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar." (QS. Al Baqarah: 255).

"Mudah-mudahan yang telah kita bahas, bisa terus kita amalkan, terutama ketika zikir ini meluncur dari lisan kita, maka saat itu juga kita mengetahui makna dan mendazaburi zikir-zikir lafaz yang kita bacakan," tandasnya. []