News

Uskup Agung Paris Mengundurkan Diri Usai Terlibat Skandal Hubungan Percintaan dengan Wanita

Aupetit juga merilis pernyataan setelah Vatikan mengumumkan keputusannya


Uskup Agung Paris Mengundurkan Diri Usai Terlibat Skandal Hubungan Percintaan dengan Wanita
Uskup Agung Paris Michel Aupetit, yang pada gambar ini difoto pada bulan April, telah meminta 'pengampunan dari mereka yang mungkin telah dia sakiti' (Raphael Lafargue _ ABACA PRESS/Sipa USA via CNN)

AKURAT.CO, Paus Fransiskus telah menerima pengunduran diri Michel Aupetit dari posisi Uskup Agung Paris menyusul laporan bahwa Aupetit memiliki 'hubungan intim' yang konsensual dengan seorang wanita.

Seperti diwartakan CNN hingga Al Jazeera, langkah untuk mundur itu diumumkan Vatikan pada Kamis (2/12), tak lama setelah majalah Prancis Le Point mengungkap soal hubungan Aupetit pada 22 November.

Aupetit juga merilis pernyataan setelah Vatikan mengumumkan keputusannya. Dalam pernyataannya itu, Aupetit mengaku mundur karena ingin menjaga keuskupan dari perpecahan yang terus diprovokasi oleh kecurigaan dan hilangnya kepercayaan.

Ia juga menawarkan permintaan maaaf terhadap berbagai pihak yang ia rugikan. 

"Saya, tentu saja, sangat terganggu dengan serangan yang saya alami.

"Saya meminta pengampunan dari mereka yang mungkin telah saya sakiti dan saya meyakinkan Anda semua persahabatan saya yang mendalam dan doa saya, yang akan selalu menjadi milik Anda," bunyi pernyataan dari Aupetit, seperti dikutip CNN.

Vatikan, sementara itu, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Paus Fransiskus menerima tawaran Aupetit. Dikatakan selanjutnya bahwa Paus telah menunjuk Monsignor Georges Pontier untuk menjabat sementara sambil menunggu penunjukan uskup agung baru yang permanen.

Menurut Al Jazeera, hanya paus yang dapat mempekerjakan, memecat uskup, atau menerima pengunduran diri mereka. Sementara itu, di usianya yang ke-70, Aupetit lima tahun di bawah usia pensiun normal untuk seorang uskup.

Dugaan hubungan terungkap setelah beberapa sumber anonim mengaku melihat sebuah 'email cinta' yang dikirim Aupetit ke sekretarisnya secara tidak sengaja pada 2012. Menuruut Le Point, surat itu terkirim ketika Aupetit masih menjadi Vikaris Jenderal Paris.

Aupetit membantah menjadi penulis email tersebut.

Dalam artikel Le Point, Aupetit mengakui bahwa perilakunya 'terhadap wanita itu mungkin terlihat ambigu, menyiratkan adanya hubungan intim dan hubungan seksual'. Namun, Aupetit dengan tegas menyangkal bahwa ada sesuatu yang benar-benar terjadi antara dia dan wanita yang bersangkutan.

"Mereka yang mengenal saya saat itu, dan yang berbagi kehidupan sehari-hari saya, pasti bisa bersaksi bahwa saya tidak menjalani kehidupan ganda seperti yang dibicarakan artikel itu.

"Saya menyadari, seperti yang telah saya katakan, bahwa saya salah mengatur situasi dengan seseorang yang datang kepada saya dalam banyak kesempatan. Saya menceritakan kesalahan ini kepada pembimbing spiritual saya dan otoritas gerejawi telah diberitahu," katanya dalam sebuah wawancara dengan Radio Notre Dame, Sabtu (27/11) pekan lalu.

Pengunduran diri Aupetit terjadi di tengah pergolakan besar di Gereja Katolik Prancis. Sebuah laporan pada bulan Oktober memperkirakan sekitar 3 ribu imam Prancis telah melakukan pelecehan seksual selama 70 tahun terakhir.

Selama tujuh dekade itu, anggota klerus Katolik di Prancis awalnya dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap sekitar 216 ribu anak di bawah umur. Jumlah itu kemudian meningkat menjadi sekitar 330 ribu, ketika korban termasuk mereka yang bukan pendeta tetapi memiliki hubungan lain dengan Gereja, seperti sekolah Katolik dan program pemuda.

Gereja Katolik Prancis telah menyarankan bahwa mereka akan menjual properti gereja untuk membiayai kompensasi kepada korban pelecehan seksual. 

Lalu pada tahun lalu, Paus menerima pengunduran diri Kardinal Katolik Roma Prancis Philippe Barbarin sehubungan dengan upaya penutupan pelecehan seksual terhadap lusinan anak laki-laki oleh seorang 'imam predator'.

Aupetit tidak dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak. []