News

Usai Tetapkan Tersangka Penyunat Bansos, Kajari Kabupaten Tangerang Dimutasi

Meski dilakukan mutasi, kasus pemotongan bansos tetap berjalan


Usai Tetapkan Tersangka Penyunat Bansos, Kajari Kabupaten Tangerang Dimutasi
Pengganti Kajari Kabupaten Tangerang (AKURAT.CO/Izqi)

AKURAT.CO Kepala Kejari Kabupaten Tangerang Bahrudin mendapat jabatan baru sebagai Asintel Kejati DKI Jakarta.

Padahal, Bahrudin tengah mengusut kasus pemotongan adana sbantuan sosial dan telah menetapkan dua tersangka pendamping PKH belum lama ini.

Jabatan Kejari Kabupaten Tangerang kemudian digantikan mantan Kabid Pengendalian Sentra Pendidikan dan Pelatihan pada Pusat Pendidikan dan Pelatihan teknis Fungsional Badan Pendidikan Pelatihan Kejaksaan, Nova Elida Saragih.

Serah terima jabatan dan lepas sambut berlangsung di Gedung Kejati Banten di Kota Serang, Rabu, (4/8/2021).

Dalam sambutannya mantan Kepala Kejari Kabupaten Tangerang Bahrudin meminta maaf kepada seluruh pegawai Kejari Kabupaten Tangerang, atas kehilapan kesalahan selama bertugas di Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang, dan meminta doa agar ditempat tugas yang baru sebagai Asisten intelegen DKI Jakarta bisa bekerja secara dengan sebaik-baiknya.

"Saya berharap agar seluruh pegawai Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang tetap solid dan kompak, dan mendukung program Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang dibawah kepemimpinan Ibu Nova Elida Saragih," kata Bahrudin.

Sementara Kejari Kabupaten Tangerang Nova Elida Saragih meminta dukungan dari seluruh pegawai Kejaksaan Negeri Kabupaten.

Menurut Nova, dirinya akan meneruskan program kerja yang dijalankan oleh mantan Kajari Kabupaten Tangerang sebelumnya, dirinya akan bekerja secara profesional dengan penuh tanggung jawab.

"Tentunya sebagai pejabat baru, saya harus dapat mempertahankan dan meningkatkan kinerja Kajari sebelumnya," tutup Nova.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tangerang telah melakukan penyelidikan kasus dugaan pemotongan uang bantuan sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.

Hasil penyelidikan, pihaknya menetapkan dua tersangka yang merupakan pendamping sosial.

"Kami telah menetapkan dua tersangka penyalahgunaan dana PKH ini, yang mana dilakukan oleh pendamping sosial," ujar Kepala Kejari Kabupaten Bahrudin dalam jumpa pers di Gedung Kementerian Sosial, Jakarta, Selasa (3/8/2021) lalu.

Bahrudin menuturan kecamatan Tigaraksa membawahi 12 desa dan dua kelurahan.

Bahrudin menuturkan dua tersangka tersebut merupakan pendamping sosial di empat desa dari 12 desa yang ada di kecamatan Tigaraksa.

Adapun kerugian yang ditaksir akibat pemotongan bansos PKH di empat desa yang dilakukan 2 tersangka mencapai Rp 800 juta.[]