News

Usai Pengundian nomor urut, Megawati Ceritakan Perjalanan Pemilu Indonesia

Usai Pengundian nomor urut, Megawati Ceritakan Perjalanan Pemilu Indonesia
Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menceritakan proses dan tahapan pemilu di Indonesia. Menurut Megawati, tahapan pemilu di Indonesai dimulai sejak tahun 1955 silam.

Hal tersebut disampaikan Megawati saat memberikan sambutan usai pengundian nomor urut partai politik peserta Pemilu 2019 mendatang di Kantor KPU Jl. Imam Bonjol Nomor 29, Jakarta Pusat, Minggu (18/2).

"Hanya untuk mengingatkan bahwa kita sudah lakukan Pemilu sejak 1955. Waktu itu KPU bernama Panitia Pemilu Indonesia, jumlah partai 172," ungkapnya.

baca juga:

Namun setelah tahun 1955 tersebut, menurut Megawati, Indonesia mengalami vakum dalam pesta demokrasi. Namun Megawati tidak merincikan alasannya.

"Sampai akhirnya baru melaksanakan (pemilu) kembali tahun 1971. Lembaga pemilihan umum namanya. Saya waktu itu mulai coblos," ujarnya.

Pada tahun 1971, Megawati menyampaikan, partai politik peserta pemilu berjumlah sebanyak 10 partai. Menurutnya, yang paling sedikit adalah ketika periode tahun 1977-1997.

"Yang paling sedikit adalah 1977-1997 hanya tiga. Saya masih ingat, PDI, Golkar, ada PPP. PKB belum ada. Begitu masuk reformasi, maka yang namanya Lembaga Pemilihan Umum berubah (jadi) Komisi Pemilihan Umum tahun 1999," katanya.

Sekadar informasi, pada Pemilu 2019 mendatang, PDI Perjuangan mendapatkan nomor urut 3. Di nomor urut 1 ada Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan di nomor 2 ada Partai Gerindra.[]