News

Usai Diterjang Banjir, Australia Bersiap Hadapi Angin Ribut Berkecepatan 100 km/jam

Usai Diterjang Banjir, Australia Bersiap Hadapi Angin Ribut Berkecepatan 100 km/jam
Meski banjir di Australia berangsur surut, lebih dari 20 ribu orangmasih berada di tempat evakuasi. (REUTERS)

AKURAT.CO Hujan deras yang menyebabkan banjir di kota-kota pantai timur Australia mereda pada Jumat (1/4). Namun, gabungan 2 sistem cuaca ekstrem telah menghasilkan angin ribut dan gelombang besar di sejumlah objek wisata, termasuk pantai utara Sydney.

Dilansir dari Reuters, ketinggian air berangsur-angsur surut di kota-kota yang paling parah dilanda bencana. Sejumlah penduduk pun kembali ke rumah mereka untuk mencatat kerusakannya. Meski begitu, lebih dari 20 ribu orang diperintahkan untuk tetap berada di tempat evakuasi, menurut layanan darurat.

Puluhan ribu orang terpaksa mengungsi dari rumah mereka pekan ini untuk kedua kalinya dalam sebulan setelah hujan tanpa henti memicu banjir bandang dan sungai meluap. Rekor banjir sebulan yang lalu pun telah mendorong pemerintah federal untuk mengumumkan keadaan darurat nasional.

baca juga:

"Ini masih sangat mencekam. Kami dievakuasi dari rumah dan saat ini tinggal di karavan bersama 3 keluarga lainnya," ungkap Nick Sutton, seorang warga di kota Coraki, New South Wales utara.

Korban tewas akibat hujan yang mulai awal pekan ini bertambah menjadi 3 orang pada Jumat (1/4). Seorang wanita berusia 55 tahun yang hilang dalam banjir di utara New South Wales ditemukan tewas.

Sementara itu, sungai-sungai timur Australia telah mendekati batas kapasitasnya sebelum hujan terakhir yang disebabkan oleh fenomena cuaca La Nina. Perubahan iklim juga diyakini banyak berkontribusi terhadap cuaca buruk.

Meski hujan telah mereda, Biro Meteorologi memperingatkan sistem tekanan rendah di tenggara dan sistem tekanan tinggi di selatan. Kombinasi keduanya dapat membawa lebih banyak angin dengan embusan hingga 100 km/jam hingga Sabtu (2/4).

Warga yang rumahnya berada di tepi pantai pun diberi tahu agar bersiap menghadapi gelombang besar dan erosi. Menurut data, angin berembus hingga 102 km/jam tercatat di Murrundi, sekitar 300 km barat laut Sydney.[]