News

Usai Diperiksa Penyidik KPK, Iwan: Ditanya Tentang Tugas Saya Menjadi Wakil Bupati Bogor

Usai Diperiksa Penyidik KPK, Iwan: Ditanya Tentang Tugas Saya Menjadi Wakil Bupati Bogor
Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan di Gedung Merah Putih KPK (AKURAT.CO/Fajar Rizky Ramadhan)

AKURAT.CO, Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan telah selesai diperiksa oleh tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan suap pengurusan laporan keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tahun anggaran 2021. 

Berdasarkan pantauan AKURAT.CO, Iwan keluar dari Gedung Merah Putih KPK pada pukul 17.00 WIB. Ia mengaku didalami pengetahuannya berkapasitas sebagai Wakil Bupati Bogor dan keterkaitan dengan pengurusan laporan keuangan di Pemkab Bogor.

"Tentang (pendalaman) tugas saya lah sebagai wakil bupati, tentang keterkaitan dengan pengurus laporan, audit BPK gitu," ucap Iwan usai diperiksa tim penyidik di Gedung Merah Putih KPK, Selasa (14/6/2022).

baca juga:

Ketika disinggung terkait komunikasi dengan pihak BPK Jabar, ia mengaku tak pernah menjalin komunikasi secara aktif dan melakukan pertemuan dengan pihak Badan Pengurus Keuangan (BPK) perwakilan Jawa Barat.

"Dengan orang-orang yang BPK ya kita ga kenal, kenal tuh karena diperkenalkan," tuturnya.

"Kan saya tugas sebagai Wakil Bupati (Wabup) ya membantu Bupati. Secara formal, itu aja yang ya menyampaikan dokumen yang biasaan semua daerah kan disampaikan ke BPK, udah itu aja," tambahnya.

Iwan tak menjelaskan secara rinci pendalaman yang dilakukan oleh tim penyidik. Namun ia menyampaikan bahwa dirinya diajukan pertanyaan sebanyak 10 hingga 20 pertanyaan oleh tim penyidik.

"Ya kurang lebih begitu lah (10-20 pertanyaan), yaudah gitu aja," ungkapnya.

Terkait kasus tersebut, KPK hingga kini masih terus mengusut kasus suap yang terjadi di Pemkab Bogor dengan menggali informasi lewat keterangan para saksi agar bisa melengkapi berkas perkara terkait kasus yang dimaksud. Hal itu dilakukan guna memperjelas bukti perkara agar menjadi lebih terang dan jelas.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya telah menetapkan Bupati Bogor Ade Yasin sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap laporan keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tahun 2021.

Bersama Ade, lembaga antirasuah juga menetapkan tujuh orang lainnya sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Dalam kasus tersebut, empat tersangka yang merupakan pemberi suap yakni Bupati Bogor Ade Yasin; Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Bogor Maulana Adam; Kasubdit Kas Daerah BPK AD Kabupaten Bogor Ihsan Ayatullah; PPK Dinas PUPR Kabupaten Bogor Rizki Taufik.

Kemudian empat tersangka lainnya yang diduga menerima suap yakni Kasub Auditor IV Jawa Barat 3 Pengendali Teknis Anthon Merdiansyah; Ketua Tim Audit Interim Kabupaten Bogor Arko Mulawan; Pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat selaku Pemeriksa Hendra Nur Rahmatullah Karwita dan Gerri Ginanjar Trie Rahmatullah. []