News

Usai Dijenguk Surya Paloh, Buya Syafii: Mudah-mudahan Partainya Juga akan Ikut Dia


Usai Dijenguk Surya Paloh, Buya Syafii: Mudah-mudahan Partainya Juga akan Ikut Dia
Ketua Umum Partai Nasional Demokrat Surya Paloh menjenguk Buya Syafii Maarif di Gamping, Sleman, Selasa (30/7) (AKURAT.CO/Kumoro Damarjati)

AKURAT.CO Senin (29/7/2019), lalu,  Buya Syafii Maarif diperbolehkan pulang dari Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman. 

Sejak diopname hingga sekarang, para tokoh bergantian menjenguk mantan ketua umum Pengurus Pusat Muhammadiyah itu. Tokoh yang menjenguk, antara lain, Permaisuri Sri Sultan Hamengkubuwono X: GKR Hemas, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki.

Kemudian, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, putri Gus Dur: Allisa Wahid, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.

baca juga:

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Amien Rais juga sudah menjenguk Buya Syafii, Senin lalu.

"Cukup lama, sejam. Biasa, teman lama," kata Buya Syafii saat ditemui di kediamannya, Gamping, Sleman.

Mengenai obrolan yang terjadi selama pertemuan, Buya Syafii enggan menjelaskan. Meski pada akhirnya diungkapkan ada percakapan yang "menyenggol" politik pun soal beda pandangan antar keduanya.

"Nggak usah (dibicarakan) lah, anda sudah tahulah, nggak usah saya ceritakan," ujarnya.

Belakangan Ketua Umum Partai Nasional Demokrat Surya Paloh bertamu ke kediaman Buya Syafii, Selasa (30/7/2019).

Pertemuan Buya Syafii dengan Surya Paloh yang didampingi sejumlah tokoh partai berlangsung sekitar 30 menit sejak sekitar pukul 16.00 sore.

Selesai ngobrol di ruang tamu, mereka keluar dan memberikan keterangan pers.

"Saya tanya tadi bagaimana, sehat. Sudah mulai aktivitas, baru saya katakan, Buya saya ini ingin membagi cerita. Cerita apa ini sudah lama nggak ketemu, bagaimana perasaan hati menengok perjalanan hidup kebangsaan ini, Buya bilang, saya galau, saya ikut Buya, saya juga galau," kata Surya Paloh.

"Tapi bukan berarti kami pesimis. Tugas kami, saya pikir saya ambil, copy pemikiran-pemikiran beliau, optimisme itu tetap harus terjaga," Surya Paloh menambahkan.

Surya Paloh berharap Buya Syafii tetap sehat. "Bangsa ini memerlukan sekali Buya yang sehat. Buya yang terus, dari waktu ke waktu bergelut mengikuti perjalanan dan pergolakan kehidupan kebangsaan kita," katanya.

Buya Syafii menilai Surya Paloh sosok yang memikirkan bangsa. Kemiripan sifat itulah yang kemudian mempertemukan mereka. "Mudah-mudahan, partainya juga akan ikut dia," kata dia. []