News

Usai Digerebek Polisi, Media Prodemokrasi Hong Kong Naikkan Oplah Koran 6 Kali Lipat

Oplah Apple Daily pada Jumat (18/6) dinaikkan menjadi 500 ribu eksemplar, 6 kali lipat lebih dari 80 ribu pada Kamis (17/6).


Usai Digerebek Polisi, Media Prodemokrasi Hong Kong Naikkan Oplah Koran 6 Kali Lipat
Oplah Apple Daily pada Jumat (18/6) dinaikkan menjadi 500 ribu eksemplar, 6 kali lipat lebih dari 80 ribu pada Kamis (17/6). (Foto: Associated Press)

AKURAT.CO, Oplah surat kabar Hong Kong Apple Daily dinaikkan pada Jumat (18/6) setelah media prodemokrasi tersebut digerebek 500 polisi.

Dilansir dari Reuters, polisi menggeledah ruang redaksi Apple Daily pada Kamis (17/6) dan menyita materi pemberitaannya sebagai bagian dari penyelidikan tentang artikelnya yang dituduh mengancam keamanan nasional China. Lima eksekutifnya pun ditangkap, termasuk pemimpin redaksi Ryan Law, dan aset senilai 18 juta dolar Hong Kong (Rp33 miliar) dibekukan.

Ini kedua kalinya polisi menggerebek ruang redaksi Apple Daily. Dalam penggerebekan pertama tahun lalu, polisi menangkap taipan media Jimmy Lai, seorang aktivis dan kritikus Beijing sekaligus pemilik Next Digital, penerbit Apple Daily.

Tak Gentar Digerebek Polisi, Media Prodemokrasi Hong Kong Naikkan Oplah Korannya 6 Kali Lipat - Foto 1
Associated Press

Surat kabar itu pun meningkatkan oplahnya pada Jumat (18/6) menjadi 500 ribu eksemplar, 6 kali lipat lebih dari 80 ribu pada Kamis (17/6). Mereka mengantisipasi banyaknya permintaan dari pembaca di kota berpenduduk 7,5 juta tersebut. Jumlah yang sama dicetak setelah penangkapan Lai pada Agustus tahun lalu.

Seorang pembaca bermarga Tsang mengaku sengaja datang ke kios koran tengah malam demi membeli 2-3 eksemplar surat kabar tersebut begitu dikirim dari percetakan.

Baca Juga: Dituduh Membahayakan Keamanan Nasional, Media Prodemokrasi Hong Kong Digerebek Polisi

"Anda tak pernah tahu kapan koran ini akan mati. Sebagai warga Hong Kong, kita perlu melestarikan sejarah. Bertahanlah di sana selama kita bisa. Meski jalannya terjal, kita tetap harus berjalan karena tak ada jalan lainnya," komentarnya.

Halaman depan Apple Daily melaporkan penggerebekan itu. Dikatakan polisi menyita 44 perangkat keras sebagai bukti.

Tak Gentar Digerebek Polisi, Media Prodemokrasi Hong Kong Naikkan Oplah Korannya 6 Kali Lipat - Foto 2
Associated Press

Ini merupakan kasus pertama di mana otoritas menyatakan artikel media berpotensi melanggar undang-undang (UU) keamanan nasional. UU ini diberlakukan Beijing pada 2020 setelah hampir 1 tahun demonstrasi massa prodemokrasi.

Menurut Uni Eropa dan Inggris, serangan ini menunjukkan China memanfaatkan hukum untuk menindak perbedaan pendapat, alih-alih untuk keamanan publik. Amerika Serikat (AS) pun mengatakan penggunaan hukum tebang pilih itu sewenang-wenang menargetkan media independen.

Di sisi lain, otoritas Hong Kong berulang kali menjanjikan kebebasan media dan hak-hak lainnya akan tetap utuh, tetapi keamanan nasional menjadi garis merahnya.

Menurut Kantor Komisaris Luar Negeri China, UU keamanan nasional melindungi kebebasan pers, sembari memperingatkan 'pasukan eksternal' agar menjauhkan tangan mereka dari Hong Kong.

Sementara itu, serikat pekerja Next Media pada Kamis (17/6) bersumpah untuk terus mewartakan.

"Sesulit apa pun keadaan saat ini, kami akan melanjutkan pekerjaan kami dengan tujuan untuk menerbitkan surat kabar kami seperti biasanya," bunyi pernyataan itu.[]