Ekonomi

Usai Bos Tesla Singapura, 5 Karyawan SpaceX Juga Kena PHK Gegara Kritik Elon Musk

Mereka dipecat karena mengedarkna surat terbuka yang mengkritik bos mereka, yang mana mereka meminta untuk mengubah budaya kerja menjadi lebih inklusif.

Usai Bos Tesla Singapura, 5 Karyawan SpaceX Juga Kena PHK Gegara Kritik Elon Musk
ilustrasi roket SpaceX (getty image)

AKURAT.CO, Setidaknya lima karyawan dipecat oleh perusahaan roket swasta besutan Elon Musk, yaitu SpaceX. Mereka dipecat karena telah mengedarkna surat terbuka yang mengkritik bos mereka, yang mana mereka meminta untuk mengubah budaya kerja menjadi lebih inklusif.

Kabar ini mulai merembak luas, ketika Reuters menghubungi SpaceX untuk dimintai keterangan pada Sabtu (18/6/2022), SpaceX tidak langsung menanggapi pertanyaan tersebut dan memilih diam.

Sebelum kabar ini beredar, sebelumnya The New York Times melaporkan bila pada hari Kamis (16/6/2022), SpaceX telah memecat orang yang terkait dengan perusahaan tersebut. Hal ini diketahui dari 3 orang yang mengetahui situasi tersebut dan mereka yang dimintai keterangan tidak merinci jumlah karyawan yang diberhentikan oleh SpaceX.

baca juga:

Menanggapi hal tersebut, presiden Spacex Gwyne Shotwell mengirimkan email yang berisi "perusahaan sedang menyelidiki mengenai penghentian sejumlah karyawan yang terlibat dengan surat itu" kutip dari New York Times.

New York Times menulis dalam surat kabarnya bila Shotwell merasa saat ini karyawan menjadi tidak nyaman, terintimidasi dan marah karena merasa tertekan. Sehingga mengenai surat tersebut para staf dan karyawan merasa tidak bisa mengekspresikan apa yang mereka inginkan terutama masalah pandangan mereka.

Surat terbuka sebelumnya kepada para eksekutif SpaceX yang dilihat oleh Reuters menyebut Musk sebagai "gangguan dan rasa malu" bagi perusahaan yang ia dirikan.

Dalam daftar tiga tuntutan, surat itu mengatakan "SpaceX harus dengan cepat dan eksplisit memisahkan diri dari merek pribadi Elon". Ia menambahkan: "Mempertahankan semua kepemimpinan sama-sama bertanggung jawab untuk menjadikan SpaceX tempat yang bagus untuk bekerja bagi semua orang" dan "menentukan dan secara seragam menanggapi semua bentuk perilaku yang tidak dapat diterima".

Sebelumnya, perusahaan besutan milik Elon Musk yang lain, juga memecat salah satu country manager mereka di Singapura, yaitu Christopher Bousigues. Kabar PHK Bousigues mencuat tidak berselang lama setelah Elon Musk mengatakan akan ada PHK massal di Tesla secara global.

Padahal, Christopher Bousigues  sendiri sebenarnya baru saja menjabati posisi tersebut selama sekitar setahun, hal ini terlihat dari akun LinkedIn miliknya, yang baru menjabat tahun lalu.

Sumber: Reuters