News

Usai Bela Penayangan Kartun Nabi Muhammad, Prancis Kesal Produknya Diboikot Timur Tengah

Timur Tengah boikot produk Prancis


Usai Bela Penayangan Kartun Nabi Muhammad, Prancis Kesal Produknya Diboikot Timur Tengah
Pegawai toko swalayan di Kuwait menyingkirkan produk-produk buatan Prancis dari rak (Anadolu Agency)

AKURAT.CO, Prancis membujuk negara-negara Timur Tengah agar tak memboikot produk-produknya. Aksi boikot ini merupakan bentuk protes atas pembelaan Presiden Prancis Emmanuel Macron terhadap hak menayangkan kartun Nabi Muhammad. Menurut Kementerian Luar Negeri Prancis, seruan boikot ini tak berdasar dan didengungkan oleh minoritas radikal.

Dilansir dari BBC, produk-produk Prancis telah disingkirkan dari sejumlah toko swalayan di Kuwait, Yordania, dan Qatar pada Minggu (25/10). Produk kecantikan dan perawatan rambut buatan Prancis, misalnya, tak lagi dipajang.

Di Kuwait, serikat pengecer besar telah memerintahkan pemboikotan terhadap produk Prancis. Menurut Serikat Masyarakat Koperasi Konsumen nonpemerintah, arahan itu dikeluarkan sebagai respons atas penghinaan berulang terhadap Nabi Muhammad.

Seruan boikot serupa juga digemakan secara daring di negara Arab lainnya, seperti Arab Saudi. Bahkan, tagar boikot jaringan swalayan Prancis, Carrefour, menjadi topik paling tren kedua di Arab Saudi, ekonomi terbesar di kawasan Arab.

"Seruan untuk boikot ini tidak berdasar dan harus segera dihentikan, begitu juga semua serangan terhadap negara kami yang didorong oleh minoritas radikal," kecam Kementerian Luar Negeri Prancis.

Sementara itu, demonstrasi kecil anti-Prancis diadakan di Libya, Gaza, dan Suriah utara, tempat milisi yang didukung Turki memegang kendali.

Reaksi ini bermula dari komentar yang dilontarkan Macron usai pembunuhan sadis terhadap seorang guru Prancis yang memperlihatkan kartun Nabi Muhammad di kelas.

"Samuel Paty dibunuh karena Islam ingin merebut masa depan kita. Namun, Prancis tak akan menyerah atas kartun itu," ujar presiden 42 tahun itu.

Usai Bela Penayangan Kartun Nabi Muhammad, Prancis Kesal Produknya Diboikot Timur Tengah - Foto 1
AFP

Penggambaran Nabi Muhammad merupakan pelanggaran serius bagi umat Islam karena ajaran Islam secara eksplisit melarang gambar Muhammad dan Allah. Di sisi lain, sekularisme negara (laicite) merupakan pusat identitas nasional Prancis. Membatasi kebebasan berekspresi untuk melindungi perasaan komunitas tertentu pun dianggap merusak prinsip itu.

Dian Dwi Anisa

https://akurat.co