Tech

Usai 6 Bulan di ISS, Roket SpaceX Berhasil Mendarat di Perairan Florida

Kapsul tersebut mendarat pukul 02.56 waktu setempat di Teluk Meksiko, lepas pantai Florida, setelah perjalanan selama enam setengah jam dari ISS. 


Usai 6 Bulan di ISS, Roket SpaceX Berhasil Mendarat di Perairan Florida
Kapsul Crew Dragon milik SpaceX yang membawa empat astronaut berhasil kembali ke Bumi. (AFP)

AKURAT.CO, Dilansir dari siaran langsung NASA, sebuah kapsul Crew Dragon milik SpaceX yang membawa empat astronaut berhasil kembali ke Bumi dengan mendarat di perairan pada Minggu (2/5) pagi. 

Sejumlah kapal boat telah mencoba melakukan evakuasi terhadap roket dan kru yang ada di dalamnya setelah misi luar angkasanya di International Space Station (ISS) yang telah dilakukan selama enam bulan. Setelah dilakukan evakuasi, NASA juga menyatakan bahwa kru dilaporkan dalam keadaan yang baik dan sehat. 

Dilansir dari penampakan yang diperlihatkan oleh WB, pesawat penelitian ketinggian milik NASA, kapsul tersebut tercebur pada pukul 02.56 waktu setempat di Teluk Meksiko, lepas pantai Florida, setelah perjalanan selama enam setengah jam dari ISS. 

Sebelumnya, astronaut Michael Hopkins, Victor Glover, Shannon Walker, dan astronaut asal Jepang, Soichi Noguchi melakukan perjalanan ke luar angkasa pada November 2020 lalu sebagai sebuah kru dengan misi penuh ke ISS. Perjalanan tersebut dilakukan dengan menaiki sebuah kendaraan yang dibuat oleh SpaceX milik Elon Musk, yang kini telah menjadi kolega favorit NASA untuk kerja sama transportasi luar angkasa. 

Sedangkan 7 astronaut hingga kini masih ada di ISS, termasuk 4 kru baru yang baru saja tiba dengan menggunakan roket lain yang juga buatan dari SpaceX pada minggu lalu.

“Terima kasih atas kenyamanannya, kami menanti pertemuan denganmu kembali di Bumi,” ungkap Hopkins sesaat sebelum kapsulnya lepas landas dari ISS.

Jauh sebelum itu, dua astronaut asal Amerika Serikat berhasil menjalankan sebuah misi uji coba ke ISS pada bulan Mei tahun lalu dan tinggal selama 2 bulan. 

Misi tersebut menjadi misi pertama yang diluncurkan dari Amerika Serikat ke ISS sejak program Space Shuttle dihentikan pada tahun 2011 silam. Misi tersebut juga menjadi misi berawak pertama yang dijalankan oleh perusahaan swasta dan bukan NASA. 

Pasalnya sebelumnya, astronaut Amerika Serikat menjalankan misi ke ISS dengan menumpang di roket milik Rusia.[]