Ekonomi

Urban Farming, Tren Berkebun Rumahan yang Gerakkan Perekonomian


Urban Farming, Tren Berkebun Rumahan yang Gerakkan Perekonomian
Ketua PKK Taman Hati, Suarni (57) saat bercocok tanam dengan metode hidroponik di rumah kaca Green House, Sunter Muara, Jakarta, Rabu (6/1/2021).

AKURAT.CO Urban farming atau pertanian perkotaan faktanya mencakup berbagai proyek dan aktivitas penghasil makanan. Dimana hadirnya tren tersebut menjadi mesin pembangkit pertanian baru-baru ini.

Fenomena yang berkembang pesat tersebut pun berpotensi menyehatkan masyarakat sekaligus menciptakan peluang ekonomi. Apalagi di tengah pandemi Covid 19 saat ini dimana masyarakat masih khawatir untuk keluar rumah.

Melihat hal tersebut Aji Kurniawan selaku Co Founder Citigrower menyampaikan bahwasanya keterbatasan selama pandemi menyebabkan semua orang berpikir untuk keluar dari masalah terutama dalam pemenuhan kebutuhan pangan.

baca juga:

"Nah dengan memanfaatkan pekarangan rumah yang masih tersisa atau area rooftop, berkebun di rumah merupakan solusi metode pertanian kota dengan konsep berkebun di lahan yang terbatas," kata dia dalam webinar 'Strategi Kolaborasi Memenangkan Produk Lokal' di Jakarta, Sabtu (27/2/2021).

Tidak hanya budidaya tanaman hias, lanjutnya, kekinian berkebun juga dilakukan menggunakan buah hingga sayuran yang bisa dimakan. Sejumlah sayuran mulai dari pakcoy, sawi, hingga kangkung pun bisa ditanam sendiri di rumah tanpa perlu memiliki halaman yang luas.

"Kemudian kalau kita berbicara mengenai ada atau tidak untuk penambahan penghasilan dari Urban Farming ini, tentu saja ada dan sangat berpotensial sekali, mengapa begitu? sebab kalau kita jalani secara serius seluruh tanaman yang sudah kita kembangkan hasilnya bisa dijual kembali baik itu kepada tetangga terdekat atau di registrasikan ke dalam e-commerce," tuturnya.

"Tak hanya itu saja, sayuran-sayuran hasil pertanian urban pun juga dapat kita gunakan untuk memenuhi kebutuhan sendiri, sebagai contoh ketika kita ingin memasak terus kita tidak ada cabe, kita tinggal ke pekarangan rumah kita petik cabe hasil panen kita sendiri," ucapnya lagi.

Kemudian dengan hadirnya urban farming tersebut pun masyarakat juga turut berkontribusi dalam mengurangi emisi karbon meski tidak secara signifikan.

"Dan manfaat yang terakhir dari aktivitas urban farming juga mampu membantu merestorasi lingkungan rumah kalian lewat pemanfaatan lahan-lahan, yaa kesannya kaya ada aestetik-aestetik tersendri dan membuat suhu ruangan di rumah kalian lebih dingin, coba deh kalo ga percaya," ucapnya. []

Andi Syafriadi

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu