Ekonomi

Urai Kemacetan Di Jakarta, Pemerintah Dorong Penggunaan Transportasi Ramah Lingkungan

Urai Kemacetan Di Jakarta, Pemerintah Dorong Penggunaan Transportasi Ramah Lingkungan
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Dok. Humas Kemenko Perekonomian)

AKURAT.CO Pemerintah terus melakukan upaya untuk merubah paradigma penggunaan transportasi dengan mendorong masyarakat agar lebih banyak menggunakan transportasi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan seperti transportasi umum, berjalan kaki, ataupun bersepeda.

Hal ini juga dilakukan dalam upaya untuk mengurangi tingkat kemacetan, terutama di wilayah DKI Jakarta.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sendiri telah membangun berbagai fasilitas seperti jalur sepeda dan pedestrian yang layak. Sejak 2017 sudah terbangun 267 kilometer trotoar dan 114,5 kilometer jalur sepeda. Sedangkan Bus Transjakarta, baik koridor maupun non koridor telah memiliki 116 trayek dengan 1.869 armada dan telah mengangkut 1 juta penumpang per hari.

baca juga:

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto selaku Ketua Komite Percepatan Pembangunan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) dalam Rapat Koordinasi Menteri terkait Percepatan Infrastruktur Proyek Strategis Nasional (PSN) di ruang Loka Kretagama Kemenko Perekonomian, menyampaikan pentingnya pembangunan PSN infrastruktur transportasi di wilayah DKI Jakarta, mengingat Jakarta merupakan pusat perekonomian Indonesia.

“Pembangunan PSN sektor transportasi tersebut diharapkan dapat memberikan dampak yang masif bagi perekonomian baik bagi DKI Jakarta maupun nasional serta dapat memperlancar jalur logistik dari Pelabuhan Tanjung Priok,” kata Airlangga dalam keterangan persnya, Selasa (24/1/2023).

Percepatan PSN sektor transportasi di wilayah DKI Jakarta seperti MRT North South Line Fase 2A, MRT North South Line Fase 2B, MRT East–West, LRT Jakarta Velodrome–Manggarai, Jaringan enam Ruas Jalan Tol DKI Jakarta, dan Jalan Tol Akses New Priok Eastern Access (NPEA) telah dilakukan Pemerintah dan diharapkan dapat meningkatkan efektifitas dan mobilitas masyarakat.

Proyek MRT North South Line Fase 1 yakni Lebak Bulus-Bundaran HI sepanjang 16 km telah beroperasi sementara Fase 2 yaitu Bundaran HI-Ancol Barat sedang dalam pengerjaan dan ditargetkan selesai pada 2027. Sementara itu, Fase 2A Bundaran HI-Kota dan Fase 2B Kota-Ancol Barat ditargetkan selesai pada 2030.

“Kemudian, LRT Jakarta Velodrome-Manggarai dengan trase kurang lebih sejauh 6 kilometer dengan nilai proyek Rp5,5 triliun rencananya akan dimulai pada tahun 2023 dan selesai pada 2024,” kata dia.

Upaya penambahan jaringan enam ruas Jalan Tol DKI Jakarta yang terdiri dari Jalan Tol Semanan-Sunter, Sunter-Pulo Gebang, Duri Pulo-Kampung Melayu, Kemayoran-Kampung Melayu, Ulujami-Tanah Abang, dan Pasar Minggu-Casablanca juga telah dilakukan Pemerintah. 

Dari enam ruas jalan tol tersebut, Jalan Tol Sunter-Pulo Gebang telah beroperasi, sementara Jalan Tol Semanan-Sunter ditargetkan selesai pada tahun 2024 dan ke empat ruas jalan tol lainnya ditargetkan dapat financial close di tahun 2024.

Lebih lanjut, Jalan Tol NPEA yang merupakan akses khusus untuk menyambungkan Pelabuhan Tanjung Priok ke Terminal Kalibaru akan terkoneksi dengan Kawasan Berikat Nusantara dan terhubung dengan Jalan Tol Cibitung-Cilincing. 

“Dibiayai oleh PT Pelindo, Jalan Tol NPEA akan memiliki panjang 7 kilometer dan estimasi investasi sebesar Rp3,98 triliun,” terangnya. []