News

UPDATE Omicron 23 Januari 2022: Bertambah 208 Kasus

Paling banyak yakni 840 kasus berasal dari pelaku perjalanan luar negeri


UPDATE Omicron 23 Januari 2022: Bertambah 208 Kasus
Tenaga kesehatan menyuntikan vaksin Sinopharm kepada Warga Negara Asing (WNA) di Gelanggang Remaja Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (29/12/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO - Kementerian Kesehatan melaporkan jumlah kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia bertambah 208 orang. Kini, kasus Omicron di Indonesia mencapai 1.369 orang.

"Dari total itu yang aktif 558," kata Juru bicara vaksinasi Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi, Minggu (23/1/2022).

Siti Nadia merinci, 840 kasus berasal dari pelaku perjalanan luar negeri, 311 kasus transmisi lokal, dan sisanya 218 kasus dalam pemeriksaan epidemiolog. Total kasus Omicorn hari ini bertambah 208 dibanding hari sebelumnya yang berjumlah 1.161 kasus.

baca juga:

"Saat ini para pasien Covid-19 varian Omicron tersebar di RSPI Sulianti Saroso dan Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran. Seluruh pasien hanya mengalami gejala ringan dan hilang dalam dua sampai empat hari," ujar Nadia.

Varian Omicron telah membuat dua orang pasien Covid-19 meninggal pada Sabtu (22/1) kemarin. Satu kasus Omicron merupakan transmisi lokal dan meninggal di Rumah Sakit Asih Ciputat dan satu pasien lain merupakan pelaku perjalanan luar negeri dan meninggal di RSPI Sulianti Saroso.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau agar warga menahan mobilitas demi menekan penularan Omicron yang kasusnya terus bertambah.

"Jika bapak, ibu, dan saudara-saudara sekalian tidak memiliki keperluan mendesak, sebaiknya mengurangi kegiatan di pusat-pusat keramaian," kata Jokowi, Selasa (18/1). 

Jokowi juga meminta mereka yang bisa bekerja dari rumah atau work from home, lakukanlah kerja dari rumah. 

Tidak hanya itu, Jokowi juga meminta masyarakat untuk menunda perjalanan ke luar negeri karena mayoritas kasus Covid-19 varian omicron yang ditemukan di Indonesia berasal dari perjalanan luar negeri. 

Jokowi mengingatkan semua pihak untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, mulai dari memakai masker, mencuci tangan, hingga menjaga jarak. Ia juga mengajak masyarakat untuk segera mendapatkan vaksin Covid-19.

"Yang belum mendapatkan vaksin segeralah untuk divaksin, yang sudah mendapatkan vaksin pertama segera vaksin untuk yang kedua, yang sudah dua kali vaksin segera cari vaksin ketiga, vaksin booster," ujar Jokowi.[]