News

Update Covid-19 DKI 31 Juli 2021, Jumlah Kasus Positif 3.327 Orang

Jumlah kasus positif Covid-19 DKI Sabtu (31/7/2021) sudah menurun drastis jika dibanding dengan kondisi dua pekan sebelumnya.


Update Covid-19 DKI 31 Juli 2021, Jumlah Kasus Positif 3.327 Orang
Tenaga medis melakukan swab test atau tes usap kepada pelanggan di kawasan Ampera, Jakarta Selatan, Kamis (3/6/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Kasus harian Covid-19 di DKI Jakarta terus membaik beberapa hari belakangan. Pada hari ini, Sabtu (31/7/2021) jumlah kasus harian di Ibukota mencapai 3.327 orang.

Jumlah ini sudah menurun drastis jika dibanding dengan kondisi dua pekan sebelumnya, di mana jumlah kasus harian berkisar dari 12.000 hingga 14.000 pasien sehari.

"Sebanyak 24.073 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 3.327 positif dan 20.746 negatif. Selain itu, dilakukan pula tes Antigen hari ini sebanyak 9.951 orang dites, dengan hasil 427 positif dan 9.524 negatif," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Dwi Oktavia kepada wartawan, Jakarta, Sabtu  (31/7/2021).

Dengan penambahan kasus hari ini, maka jumlah kasus aktif di Jakarta sekarang ini mencapai  17.850 orang yang masih dirawat atau isolasi. 

Sedangkan, jumlah kasus Konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 814.653 kasus terhitung sejak Maret 2020 lalu. Perlu diketahui hasil tes antigen positif di Jakarta tidak masuk dalam total kasus positif karena semua dikonfirmasi ulang dengan PCR.

Dari total kasus ini, 784.668 telah dinyatakan sembuh, dan 12.135 pasien dinyatakan meninggal dunia.

"Tingkat kesembuhan 96,3 persen  dan tingkat kematian 1,5 persen, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 2,8 persen," ujar Dwi.

Sebelumnya,, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim kasus aktif Covid-19 di DKI Jakarta sekarang ini menurun drastis. Bahkan jumlah kasus aktif saat ini jumlahnya lebih sedikit dari puncak gelombang pertama pada Februari 2021 lalu.

Sejauh ini diketahui sudah ada 2 gelombang ledakan corona yang menghantam Jakarta, dimana puncak gelombang kedua terjadi pada 16 Juli  2021 lalu dengan jumlah kasus aktif yang mencapai 113.000 orang.

"Alhamdulillah atas izin Allah kasus aktif di Jakarta yang pernah mencapai 113.000 pada 16 Juli yang lalu kini telah turun menjadi 19.000 kasus aktif. Ini artinya kita sudah lebih rendah dibandingkan gelombang pertama di bulan Februari yang lalu," kata Anies Baswedan di kanal youtube Pemprov DKI Jakarta dikutip AKURAT.CO Sabtu (31/7/2021).

Turunnya kasus aktif di Jakarta, lanjut Anies juga berimbas langsung jumlah pemakaman menggunakan protokol kesehatan. Saat gelombang kedua menghantam Jakarta jumlah pemakaman menggunakan tata cara khusus ini mencapai 350 hingga 400 jenazah sehari. Saat ini jumlah pemakaman berkisar dari dari 150 sampai 200 jenazah sehari.

"Dan yang turun bukan hanya kasus aktif tapi tren pemakaman dengan protokol Covid-19 juga menurun," bebernya.

Anies melanjutkan, turunnya kasus Covid-19 di DKI adalah hasil kerja kolektif masyarakat dan pemerintah dalam menjalankan semua protokol kesehatan yang ditetapkan.

Adapun upaya pemerintah menekan laju penularan corona di Jakarta pada ledakan gelombang kedua ini adalah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang kemudian dilanjutkan dengan PKKM Level 4 yang berlangsung sampai 2 Agustus 2021 mendatang.

"Ini semua adalah hasil usaha begitu banyak pihak, termasuk kita semua, seluruh masyarakat yang mengurangi mobilitas menjaga protokol kesehatan dengan amat ketat selama masa PPKM darurat kali ini. Saya ingin menyampaikan pada semuanya Terima kasih apresiasi ini adalah hasil kerja bersama kita semua," ucapnya.[]