Ekonomi

Upaya Kembangkan Usaha Toko Kelontong, Disdag Surabaya Siapkan E-Discount

Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surabaya menyiapkan aplikasi e-discount permudah toko kelontong kembangkan usaha


Upaya Kembangkan Usaha Toko Kelontong, Disdag Surabaya Siapkan E-Discount
Wati salah seorang pedagang kelontongan di terminal bayangan Ciledug yang gak mudik saat Idul Fitri (AKURAT.CO/Herry Supriyatna)

AKURAT.CO, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surabaya menyiapkan aplikasi e-discount sebagai upaya mempermudah pemilik toko kelontong dalam mengembangkan usaha khususnya dalam masa pandemi COVID-19.

Kepala Bidang Distribusi Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surabaya Trio Wahyu Bowo mengatakan, aplikasi e-discount ini dapat memberikan informasi terkait distributor yang menjual komoditi murah kepada pemilik toko kelontong.

"Pemilik koperasi toko kelontong itu kita berikan data-data informasi distributor yang menjual komoditi dengan harga murah. Sementara ini (aplikasi) masih terfokus kepada empat item, yakni gula, minyak, beras dan telur," kata Trio Wahyu Bowo di Surabaya, Minggu,(7/2/2021).

Menurut dia, aplikasi ini memang disiapkan bagi pelaku toko kelontong agar mereka lebih mudah mendapatkan komoditi dengan harga yang lebih murah.

"Data distributornya yang kita masukkan di e-discount itu. Jadi, koperasi toko kelontong nanti bisa melihat data distributor yang menjual empat komoditas itu yang mana yang murah sesuai dengan wilayahnya," ujarnya.

Tri menyatakan, bahwa pembinaan terhadap koperasi toko kelontong ini dilakukan agar roda perekonomian di masyarakat terus berputar. Di sisi lain, pembinaan ini juga diharapkan agar unit usaha itu mampu bersaing dengan keberadaan toko modern.

"Intinya dulu itu kan impian dari Ibu Risma (mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini) agar toko kelontong ini jangan mati dengan keberadaan toko swalayan modern," katanya.

Salah satu pemilik toko kelontong di Genting Kalianak, Chayatun Nuro mengakui, saat ini tokonya terus mengalami kenaikan pendapatan dengan adanya pendampingan yang dilakukan Pemkot Surabaya.

"Memang dulu belum ada pendampingan untuk toko kelontong. Kemudian, ada penggagasan dari Bu Risma, jadi sekarang agak lumayan lebih diperhatikan. Apalagi saat ada program gula murah itu juga tiap toko kelontong dijatah ada anggotanya," kata Chayatun.

Sumber: ANTARA