Rahmah

Untuk Jomblo yang Belum Mampu Menikah, ini Anjuran Rasulullah

Anjuran menikah bagi jomblo


Untuk Jomblo yang Belum Mampu Menikah, ini Anjuran Rasulullah
Ilustrasi jomblowati (MNN)

AKURAT.CO Menikah adalah salah satu kebutuhan setiap orang. Selain merupakan sunah Nabi, menikah juga merupakan kebutuhan biologis setiap orang baik laki-laki maupun perempuan.

Oleh sebab demikian bagi seseorang yang sudah mampu untuk menikah baik secara lahir atau batin maka segeralah untuk menikah. Begini ketentuan Rasulullah terkait hal tersebut:

عَنْ عَبْدِ اللهِ قَالَ قَالَ لَنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ * (رواه مسلم) 

Artinya: “Dari Ibnu Mas’ud ra berkata, Rasulullah saw mengatakan kepada kami: Hai sekalian pemuda, barang siapa diantara kamu yang telah sanggup melaksanakan akad nikah, hendaklah melaksanakannya. Maka sesungguhnya melakukan akad nikah itu (dapat) menjaga pandangan dan memlihar farj (kemaluan), dan barangsiapa yang belum sanggup hendaklah ia berpuasa (sunat), maka sesunguhnya puasa itu perisai baginya” (muttafaq alaih) Begitu juga sebaliknya, Rasulullah saw dengan gamblang mengancam siapapun yang tidak mengikuti sunnahnya (termasuk di dalamnya menikah) sebagai keluar dari golongannya. Demikian ketegasan Rasulullah saw tercermin dalam haditsnya."

Dari paparan hadis di atas, jika seseorang belum mampu untuk menikah maka hendaknya melakukan puasa. Sebab demikian bisa mengendorkan nafsunya.

Menikah merupakan kesunahan Nabi. Ini sebagaimana disebutkan di dalam sebuah hadis:

 عن أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَال: …لَكِنِّي أَصُومُ وَأُفْطِرُ وَأُصَلِّي وَأَرْقُدُ وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي * (رواه البخاري) 

Artinya: “Dari Anas ra. Bahwasanya Nabi saw berkata: …tetapi aku, sesungguhnya aku salat, tidur, berbuka dan mengawini perempuan, maka barangsiapa yang benci sunnahku maka ia bukanlah dari golonganku." Wallahu A'lam.[]

Sumber: NU Online

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu