News

Universitas Tutup karena Yayasan 'Rebutan Harta', Warganet: Kampus Dijual!

Kampus ITM Medan ditutup.


Universitas Tutup karena Yayasan 'Rebutan Harta', Warganet: Kampus Dijual!
Potret tangkapan layar. (twitter/@AREAJULID)

AKURAT.CO, Kabar menyesakkan datang dari sebuah perguruan tinggi swasta di Medan, Sumatera Utara. Sebuah akun Twitter base, @AREAJULID, mengunggah curhatan seorang warganet yang sedang mengalami kejadian menyedihkan.

Warganet tersebut menceritakan kisahnya terkait kampus tempatnya kuliah kini telah tutup dan seluruh mahasiswanya tidak bisa menjalani wisuda. 

Akun @ARAEJULID mengunggah sebuah potret tangkapan layar dari kabar terkait kampus di Medan yang harus ditutup dan membuat banyak mahasiswanya kesulitan. 

“Dis! Waduhh parah juga,” tulis akun @AREAJULID. 

Setelah ditelusuri, kampus yang dimaksud adalah Institut Teknologi Medan, yang berlokasi di Medan, Sumatera Utara.  

Sesaat setelah diunggah, kabar ini pun langsung mendapatkan perhatian warganet. Bahkan, beberapa di antaranya ada yang menceritakan kisahnya.

“Saya dosen di sana sedang menunggu PHK agar bisa pindah, tapi tidak di PHK2. 17 bulan nggak digaji, dan nggak bisa penelitian. Lebih sedihnya lagi, mahasiswa sekarang nasibnya menyedihkan. Gara-gara yayasan berebut harta, nasib mahasiswa, dosen, pegawai terzolimi,” tulis seorang warganet dalam menanggapi kabar menyedihkan tersebut. 

Kabar viralnya kampus ini tutup ternyata berasal dari seorang warganet di media sosial TikTok. Seorang warganet pun juga memberikan komentarnya terkait kabar tutupnya kampus ITM tersebut. 

“Jadi yayasan yang punya ITM ini sengketa rebutan lahan yayasan yang mengakibatkan berhentinya sistem pembelajaran di kampus sangat lama sekali. Eh rebutan harta warisan deh intinya. Saya kuliah jurusan Civil Engineering disini cerita begitu,” tulis akun TikTok @binisolehot. 

Selain itu, ada juga seorang warganet yang menceritakan dengan lebih detail terkait permasalahan yang dialami oleh para petinggi kampus ITM tersebut. 

“Kampus Institut Teknologi Medan, konflik antara 2 Rektor yang merugikan Mahasiswa telah berlangsung selama 1 Tahun dan masih terus berlanjut,” tulis akun Twitter @tengeknih. 

Dalam unggahan berbentuk utas tersebut, akun Twitter @tengeknih menuliskan sejumlah penyebab dari penutupan kampus ITM ini yang membuat banyak mahasiswa dan berbagai elemen kampus lainnya harus menanggung akibatnya.

“Rektor ada 2. Ijazah semua mahasiswa tidak keluar. Konflik internal tidak berkesudahan. Jago membuat janji palsu. Memperkaya diri sendiri. Tidak menghargai mahasiswa,” tulis akun @tengeknih. 

Seorang warganet yang juga menyatakan sebagai mahasiswa aktif dari kampus ITM menjelaskan bahwa selama satu tahun penuh tidak ada proses akademik maupun non akademik. Ini yang mengakibatkan banyak mahasiswa kampus akhirnya terlantar dan kini tidak lagi bisa mendapatkan ijazah. 

Dari sejumlah tanggapan, seorang warganet juga menyatakan bahwa bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan sidang tetapi belum memiliki ijazah maka bisa melanjutkan kuliah ke universitas swasta lain. 

“Dampak dari perebutan harta yg gabakal dibawa ke akherat,” balas akun @ccxogud. 

“Tau aku wak masalah kampus ini. Rektornya ada dua, sama sama gamau ngalah,” sahut akun @haejanie. 

“Adik ku lulusan listrik, pas kuliah mau ambil manajemen. Aku gak setuju dan nyaranin untuk kuliah di kampus ini. Untung adikku bebal tetep pada pendiriannya, gak mau dengerin kakaknya,” timpal akun @Chs_Skiies. 

Hingga kini, unggahan dari akun Twitter @AREAJULID ini pun telah disukai lebih dari 18 ribu kali dan diritwit lebih dari 2,3 ribu kali. []