News

Uniknya Taktik Capres Kenya George Wajackoyah, Janji Lunasi Utang Negara dengan Bisnis Ganja

Uniknya Taktik Capres Kenya George Wajackoyah, Janji Lunasi Utang Negara dengan Bisnis Ganja
George Wajackoyah berkampanye sendiri dengan mendadak datang ke pasar, melongokkan kepalanya melalui kaca atap mobilnya, hingga menyetel musik reggae yang menggelegar untuk mengejutkan massa. (REUTERS)

AKURAT.CO Kenya akan menggelar Pemilu pada 9 Agustus yang menjadi ajang persaingan ketat 2 calon presiden teratas, yaitu Pemimpin Oposisi Raila Odinga dan Wakil Presiden William Ruto. Namun, seorang capres lainnya tiba-tiba melesat dan berhasil menggaet sekelompok simpatisan. Dialah George Wajackoyah, pecinta reggae yang menuai perhatian lantaran mengusulkan solusi unik untuk melunasi utang negara, yaitu dengan memanfaatkan ganja dan buah zakar hyena.

Dilansir dari Reuters, pendaftaran pemilih di kalangan anak muda telah merosot drastis. Banyak yang beralasan para politisi konvensional gagal mengatasi korupsi yang merajalela, inflasi tak terkendali, sekaligus angka pengangguran.

Tak disangka, usulan Wajackoyah untuk duduk di kursi kepresidenan ini menarik imajinasi para pemilih muda. Penggali kubur yang melesat menjadi asisten profesor hukum ini membuntuti di posisi ke-3 dalam jajak pendapat dengan dukungan sekitar 2 persen.

baca juga:

Kampanyenya tak muluk-muluk, yaitu menjanjikan untuk melunasi utang Kenya sekitar USD 70 miliar dengan mendirikan industri ganja medis dan mengekspor organ-organ hewan ke China, termasuk testis hyena. Wajackoyah mengeklaim organ tersebut dianggap sebagai hidangan lezat di China.

"Saya telah menciptakan suku baru bernama 'suku ganja'. Para politisi itu punya helikopter, punya uang, mereka mengecat mobil. Saya bahkan tak punya satu poster pun," ungkapnya.

Di sisi lain, kegilaan media Kenya terhadap Wajackoyah yang penuh warna mencuatkan spekulasi bahwa ia akan mengalihkan suaranya ke kampanye yang lebih besar untuk mendulang suara pemuda. Kemungkinan itu ditepisnya dengan enteng.

Ia mengakui banyak kandidat menawarinya uang tunai untuk mendapatkan dukungan, tetapi semuanya ditolak. Sebaliknya, ia bermimpi untuk menyalakan lampu di ruang kantor presiden.

"Kami akan masuk istana negara dan merokok di sekelilingnya untuk menghilangkan kotoran kolonial," tekad pria 62 tahun itu.

Poin-poin manifestonya menyimpang dari pemerintah federalisasi dan negosiasi ulang utang negara dengan China, hingga menggantung koruptor dan membuang warga negara China.

"Kami datang dengan solusi ganja," ujarnya.

Menurut catatan terakhirnya, Wajackoyah mengaku telah mengambil 14 gelar sarjana dan sertifikasi hukum dari Inggris, tempatnya melarikan diri sebagai pengungsi, Amerika Serikat (AS), tempatnya bertemu istrinya, dan kembali ke Kenya, tempatnya menjalankan firma hukum spesialis migrasi.

Terpilih di Kenya adalah bisnis yang mahal. Dibutuhkan biaya sekitar USD 31 ribu untuk duduk di majelis daerah hingga USD 390 ribu untuk duduk di senat, berdasarkan penelitian Institut Kajian Perkembangan di Universitas Nairobi.

Wajackoyah melawan tren dengan menjalankan anggaran yang ketat. Para pendukungnya membuat posternya sendiri dengan slogan 'Wajackoyah yang ke'5', mengacu pada upayanya untuk menjadi presiden ke-5 negara itu.

"Jika saya menunjukkan jumlah uang yang saya miliki, Anda akan tertawa," ucapnya.

Tanpa donor atau 'amunisi', ia berkampanye sendiri dengan mendadak datang ke pasar, melongokkan kepalanya melalui kaca atap mobilnya, hingga menyetel musik reggae yang menggelegar untuk mengejutkan massa.

Pada Rabu (3/8), 6 hari menjelang Pemilu, konvoi kecil Wajackoyah meluncur ke Gatundu, sekitar 30 km utara ibu kota Nairobi. Massa sekitar 400 orang langsung berkumpul, melambaikan ponsel pintarnya, dan berdesak-desakkan untuk swafoto.

"Setiap siklus Pemilu, semua orang datang ke sini dengan propaganda mereka. Jika orang ini bisa mewujudkan janjinya, kita akan melangkah sangat jauh sebagai sebuah negara," ucap seorang buruh bernama Jeff Mwangi.[]