Ekonomi

Uni Eropa Galau Bayar Gas Pakai Euro Atau Rubel, Berikut Aturan dari Rusia!

Setidaknya sampai saat ini, beberapa pembeli dari Eropa sudah bersedia untuk membayar gas Rusia menggunakan rubel


Uni Eropa Galau Bayar Gas Pakai Euro Atau Rubel, Berikut Aturan dari Rusia!
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Gubernur Bank Sentral Rusia Elvira Nabiullina (Sputnik)

AKURAT.CO, Negara anggota Uni Eropa sampai saat ini belum bisa mengambil keputusan tentang bagaimana cara membayar gas Rusia untuk bahan bakar rumah tangga, bisnis, dan pembangkit listrik. Kebingungan berpusat pada skema pembayaran gas rusia.

Setidaknya sampai saat ini, beberapa pembeli dari Eropa sudah bersedia untuk membayar gas Rusia menggunakan rubel. Namun menurut Uni Eropa (UE), hal tersebut telah melanggar kontrak yang sudah disepakati bersama.

Menurut mekanisme pembayaran baru yang dibuat Rusia, pembeli di negara-negara 'tidak bersahabat' harus membuka dua rekening di Gazprombank, satu dalam euro dan yang kedua dalam rubel, sehingga barulah mereka bisa membayar gas.

baca juga:

Hal ini bertentangan dengan pedoman sebelumnya yang membuat beberapa perusahaan energi terbesar Eropa berasumsi dapat mengatasi masalah mata uang dengan membuka dua rekening di bank Rusia. Itu terjadi ketika beberapa perusahaan besar Eropa berusaha membayar tagihan mereka tepat waktu tanpa melanggar sanksi.

"Apapun yang melalui pembukaan rekening dalam mata uang kontrak dengan Gazprombank dan melakukan pembayaran ke rekening itu, dan kemudian mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa... Anda telah menyelesaikan pembayaran, bertentangan dengan sanksi," kata Kepala Juru Bicara Komisi, Eric Mamer dikutip dari CNN Business, Rabu (18/5/2022).

Sebelumnya dikutip dari Reuters (10/5/2022), diketahui PGNiG (BUMN gas milik Polandia) menyatakan bahwa pasokan dari Gazprom melalui Ukraina dan Belarus akan dipotong. Akan tetapi Polandia berkilah bahwa cadangan gas yang dimilikinya masih termasuk aman dan sudah mencapai 76 persen.

Sudah ada dua negara yang terlibat dalam ketidakpatuhan 'syarat' yang diberikan oleh Rusia, diantaranya adalah Polandia dan Bulgaria. Kedua negara tersebut sangat bergantung dengan gas alam dari Rusia, namun karena tidak memenuhi persyaratan, Gazprom memberhentikan pengaliran gasnya.

Rusia menegaskan akan mempersulit negara yang butuh akses sumber energi seperti negara-negara anggota Uni Eropa, sehingga untuk melakukan pembayaran dan pembelian, perusahaan nantinya diharuskan untuk membuka rekening di bank swasta di Rusia, yaitu Gazprombank yang mana bank tersebut merupakan anak perusahaan dari Gazprom, BUMN gas asal Rusia.

Selain mengatur persayaratan untuk negara yang tidak bersahabat, Rusia juga mengatur persyaratan kepada negara yang masih bersahabat dengan Rusia, seperti India dan China.[]

Sumber: CNN Bussines, Reuters