Rahmah

Ummul Mukminin Shafiyah Binti Huyyai RA, Wanita Cerdas Keturunan Bangsawan yang Taat Beragama

Diketahui Shafiyah telah menikah dua kali sebelum pernikahannya dengan Rasulullah SAW.


Ummul Mukminin Shafiyah Binti Huyyai RA, Wanita Cerdas Keturunan Bangsawan yang Taat Beragama
Ilustrasi Perempuan (Mulimahdaily)

AKURAT.CO Salah seorang wanita dari Bani Israel yang masih keturunan Nabi Musa dan Nabi Harun AS adalah Shafiyah binti Huyyai bin Akhthab RA. Ia merupakan putri Huyyai bin Akhthab, salah satu pemimpin Yahudi Khaibar.

Diketahui Shafiyah telah menikah dua kali sebelum pernikahannya dengan Rasulullah SAW. Adapun suaminya yang pertama adalah Salam bin Masykam. Kemudian setelah berpisah, ia dinikahi oleh Kinanah bin Abul Huqaiq pada saat Perang Khaibar berkecamuk.

Dalam perjalanan hidupnya, Shafiyyah pernah bermimpi melihat pecahan sebuah bulan yang jatuh ke pangkuannya. Kemudian ketika mimpi tersebut ia ceritakan kepada ayahnya,  dengan perasaan marah Huyyai menamparnya dan berkata, "Apakah engkau ingin menikah dengan raja Madinah??"

Shafiyyah juga pernah mengalami mimpi melihat matahari berada di dadanya saat menjadi istri Kinanah. Seperti yang dulu, mimpi ini kembali diceritakan pada suaminya. Namun lagi-lagi ia hanya mendapat kemarahan dan ucapan yang sama, "Sepertinya engkau ingin menikah dengan raja Madinah..!!"

Hingga kemudian ketika perang Khaibar berakhir dengan ditandai menyerahnya orang-orang Yahudi, Shafiyah menjadi salah satu tawanan. Sedangkan suaminya, Kinanah dibunuh karena melakukan pengkhianatan atas perjanjian yang telah disepakati sebelumnya. 

Kemudian ada salah seorang sahabat bernama Dihyah al Kalbi datang menemui Rasulullah SAW dan meminta hamba sahaya wanita, Rasulullah SAW lalu memberikan Shafiyah kepada Dihyah.

Setelah itu, beberapa sahabat Anshar yang melihat hal ini, datang kepada Rasulullah SAW dan memberikan pendapat tentang pandangannya, "Wahai Rasulullah, Bani Nadhir dan Bani Quraizhah (Dua kabilah Yahudi di Madinah), akan merasa sangat tersinggung jika putri pemimpin Yahudi dijadikan seorang hamba sahaya, karena itu, sebaiknya engkau menikahi Shafiyah saja,"

Ternyata Rasulullah SAW memahami maksud perkataan sahabat-sahabat Nabi itu. Rasulullah SAW lalu memanggil kembali Dihyah al Kalbi dan Shafiyah dan memberikan uang tebusan kepada Dihyah untuk kebebasan seorang Shafiyah. 

Dikatakan dalam riwayat lain, Rasulullah SAW memberikan atau menyuruh Dihyah memilih wanita lain sebagai hamba sahayanya. Kemudian Rasulullah SAW bersabda kepada Shafiyah, "Wahai Shafiyah, engkau sekarang bebas. Engkau boleh kembali kepada kaummu, atau kalau engkau bersedia, masuklah ke dalam agama Islam, dan aku akan menikahimu..!"

Setelah mendengar penawaran ini, Shafiyah dengan sukacita berkata, "Wahai Rasulullah, sudah lama aku ingin menjadi istrimu, sejak aku masih beragama Yahudi. Karena itu bagaimana mungkin aku akan bisa berpisah denganmu, sedangkan saat ini aku telah memeluk Islam..!"

Atas dasar itu, Rasulullah SAW lalu menikahi Shafiyah, dengan mas kawin pembebasan dirinya status sahaya.  Subhanallah. []