Rahmah

Ummu Haram binti Milhan, Mujahidah yang Mendapat Syahid di Cyprus

Ummu Haram merupakan bibi dari Anas bin Malik yang menjadi saudara ibunya Ummu Sulaim (Rumaisha) binti Milhan.


Ummu Haram binti Milhan, Mujahidah yang Mendapat Syahid di Cyprus
Ilustrasi Perempuan (Madaninews)

AKURAT.CO Diketahui Rasulullah SAW sering mengunjungi rumah Ummu Haram untuk beristirahat di sana. Adapun Ummu Haram merupakan bibi dari Anas bin Malik yang menjadi saudara ibunya Ummu Sulaim (Rumaisha) binti Milhan.

Pada suatu hari, Rasulullah SAW beristirahat di rumahnya sampai beliau tertidur. Beberapa saat kemudian, Rasulullah SAW terbangun dan beliau tersenyum. Melihat Rasulullah SAW tersenyum, Ummu Haram bertanya, "Ya Rasulullah, demi ayah dan ibu saya, mengapa engkau tersenyum?"

Rasulullah SAW lalu bersabda, "Telah diperlihatkan padaku, ada beberapa umatku yang mengikuti pertempuran di samudra, mereka itu ada yang berjalan, dan ada yang duduk di singgasana bagaikan raja."

"Wahai Rasulullah," kata Ummu Haram, "Berdoalah kepada Allah agar saya termasuk dalam rombongan tersebut," lanjutnya.

"Ya, engkau termasuk dalam rombongan tersebut," kata Rasulullah SAW menegaskan pertanyaan Ummu Haram.

Setelah mendengar penuturan Rasulullah SAW tersebut, Ummu Haram menjadi gembira karenad dirinya termasuk dalam rombongan yang disabdakan Rasulullah SAW. Kemudian Rasulullah SAW beristirahat kembali sampai tertidur.

Ketika Rasulullah SAW terbangun lagi, beliau bersabda seperti sebelumnya tentang umatnya yang bertempur di samudra. Sehingga, Ummu Haram kembali meminta Rasulullah SAW mendoakannya agar termasuk dalam rombongan tersebut, akan tetapi Rasulullah SAW bersabda, "Engkau hanya termasuk alam rombogan yang pertama,".

Hingga kemudian pada masa khalifah Utsman bin Affan, Muawiyah bin Abu Sufyan yang kala itu menjadi gubernur di Syam (Syiria), meminta izin pada Khalifah Usman untuk menyerang dan menguasai kepulauan Siprus. Khalifah Utsman pun mengizinkannya. Muawiyah lalu membentuk suatu pasukan yang menyeberangi samudra menuju kepulauan Siprus. Sementara diantara pasukan tersebut adalah Ummu Haram dan suaminya, Ubadah bin Shamit, 

Setelah pertempuran, mereka mengendarai keledai. Namun tiba-tiba keledai yang ditungganginya mengamuk sehingga menyebabkan Ummu Haram terjatuh hingga lehernya patah dan meninggal dunia. 

Ummu Haram kemudian dimakamkan di Siprus. Hal ini menunjukkan bahwa telah benar apa yang dikatakan Rasulullah SAW. 

Selang beberapa waktu kemudian, pasukan ini mengarungi samudra menuju pulau lainnya. Sedangkan Ummu Haram telah menjadi syahidah di Siprus. 

Sehingga, Ummu Haram tidak termasuk dalam rombongan yang kedua, yang pernah “dilihat” Rasulullah SAW dalam tertidurnya yang kedua di rumah Ummu Haram. Wallahu A'lam.