Rahmah

Ummu Hakim dan Ikhtiar untuk Keislaman Suami

Ketika Fathul Makkah, Ikrimah berusaha melarikan diri ke Yaman karena takut mendapat ancaman dibunuh.


Ummu Hakim dan Ikhtiar untuk Keislaman Suami
Ilustrasi Ummu Hakim (Kalam.sindonews)

AKURAT.CO Diketahui Ummu Hakim binti Harits sudah lebih dulu memeluk Islam daripada suaminya, Ikrimah bin Abu Jahal yang saat itu masih musyrik. Ketika Fathul Makkah, Ikrimah berusaha melarikan diri ke Yaman karena takut mendapat ancaman dibunuh. Karena hal itu, Ummu Hakim lalu menemui Rasulullah SAW untuk meminta jaminan keselamatan bagi suaminya, dan Rasulullah SAW menyetujuinya.

Kala itu Ummu Hakim berangkat menuju pesisir Tihamah bersama budak Ikrimah yang berbangsa Romawi dengan tujuan untuk menyusul suaminya. Di tengah-tengah perjalanan, budak Romawi itu berusaha mengganggu Ummu Hakim.

Akan tetapi ketika sampai di tempat Bani Akk, Ummu Hakim berteriak meminta pertolongan kepada warga setempat. Kemudian orang-orang disekitarnya menangkap budak itu dan mengikatnya di sebuah tempat.

Setelah kejadian itu, Ummu Hakim melanjutkan perjalanan ke pesisir dsn melihat suaminya sedang terlibat perdebatan dengan sang nakhkoda ketika akan menaiki perahu. Ummu Hakim berseru kepada suaminya, "Wahai putra pamanku, aku telah datang kepadamu dari sisi orang yang paling banyak menyambung silaturahmi, sebaik-baiknya manusia dan semulia-mulianya manusia, janganlah engkau binasakan dirimu sendiri,".

Ummu Hakim lalu mendekati suaminya dan berkata lagi, "Sesungguhnya aku telah meminta jaminan keselamatan untukmu dari Rasulullah SAW,".

Ummu Hakim akhirnya berhasil membujuk suaminya untuk kembali ke Makkah. Pada saat Ummu Hakim bercerita tetang perilaku budak Romawinya, Ikrimah menjadi marah dan mendatangi tempat budak itu ditahan lalu kemudian Ikrimah membunuhnya.

Setibanya di Makkah, Ikrimah bin Abu Jahal menemui Rasulullah SAW. Ia berniat menanyakan banyak hal tentang Islam. Hingga kemudian Ikrimah berba'iat memeluk agama yang selama ini dimusuhinya. 

Setelah memeluk Islam, Ikrimah tak pernah ketinggalan berjuang untuk menegakkan kalimat tauhid. Bahkan jauh lebih hebat ketika masih memusuhi Islam, baik dengan harta maupun jiwanya. 

Hingga akhirnya, Ikrimah bin Abu Jahal mendapatkan syahidnya pada masa Khalifah Abu Bakar. Akan tetapi sebagian riwayat yang lain menyebutkan ia syahid pada Perang Yarmuk pada masa Umar bin Khattab. Innalilahi Wa Inna Ilaihi Raji'un. []