Ekonomi

UMKM Sulit Dapat Modal? Ini Solusi yang Ditawarkan Jamkrindo

UMKM memiliki kendala utama dalam permodalan untuk mengembangkan bisnisnya.


UMKM Sulit Dapat Modal? Ini Solusi yang Ditawarkan Jamkrindo
Ilustrasi - Sektor UMKM (AKURAT.CO/Ryan)

AKURAT.CO Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki kendala utama dalam permodalan untuk mengembangkan bisnisnya.

Salah satunya, Jaezah Chairina yang mengikuti coaching clinic yang diadakan Jamkrindo. Ia merupakan penjual bumbu aromo coto.

Ia menuturkan, produknya sudah bisa merambah pasar luar negeri, namun sayangnya akses ke lembaga keuangan merupakan kendala utama untuk mengembangkan bisnisnya. 

Kemudian, ada lagi peternak telur bernama Putu Sutarga asal Bali yang juga mengaku kesulitan mencari sokongan permodalan. Padahal ia telah menjangkau produknya hingga luar pulau.

"Saya sudah kirim sampai NTB, tapi memang pembeli mau bayar saat barang sampai, ini jadi modal terganggu dan terbatas," ucapnya saat Coaching Clinic dan Webinar UMKM Bangkit dari Pandemi yang diadakan Jamkrindo menggandeng ABDSI secara virtual, Rabu (16/6/2021).

Menjawab tantangan tersebut, Jamkrindo sebagai lembaga penjamin pinjaman bagi UMKM, membuat program UMKM layak untuk membantu para pengusaha mendapatkan akses permodalan yang lebih mudah.

"UMKM layak itu platform dikembangkan Jamkrindo untuk sistem peringkat, di situ UMKM bisa daftar untuk jadi mitra Jamkrindo, nanti UMKM bisa melihat profil seperti skornya apakah usaha bagus apa enggak. Ini penting agar mereka bisa lebih dekat dengan akses lembaga keuangan," ucap Kepala Divisi Manajemen Risiko dan Pemeringkatan UMKM, Konsultasi Manajemen (PUKM) Jamkrindo Ceriandri Widuri.

Selain itu, katanya, UMKM juga layak juga mendapatkan platform yang bisa menawarkan pelatihan bagi para UMKM untuk lebih berkembang terutama untuk pengelolaan bisnis.

Bagi UMKM yang ingin menikmati fasilitas tersebut, maka bisa mengakses laman umkmlayak.co.id hanya dengan mendaftarkan diri dan data usaha di situs tersebut.

Jamkrindo akan melakukan penilaian dengan mengintegrasikan metodologi Jamkrindo Scoring (Jscore), psikometrik, lembaga pengelola informasi perkreditan (LPIP) dan data NIK. Setelah dinilai layak, Jamkrindo akan memberikan jaminan dan mengirim data UMKM ke lembaga perbankan.

Dengan itu, UMKM memiliki kemungkian besar untuk mendapatkan akses permodalan. Bagi pihak perbankan, platform ini dapat menjadi referensi untuk menemukan calon debitur kredit yang memang layak diberi modal.

"Kalau layak, kami bisa bantu ajukan untuk ke layanan keuangan di mitra Jamkrindo, tapi tetap tak bisa kita paksa ya untuk bank, tetap mereka bakal cek UMKM itu, sehingga penting tetap mengelola UMKM," katanya.

Namun demikian, Ceriandri mengatakan, meski telah dijamin Jamkrindo tetap saja untuk dapat permodalan UMKM harus tetap membuktikan bahwa bisnis mereka prudent agar mendapatkan permodalan.

"Jamkrindo itu kami jamin untuk substitusi sekitar 75 persen. Jadi UMKM harus aware tak menggantungkan ke Jamkrindo saja, harus dari bisnisnya terlihat sehat," katanya. []