Ekonomi

UMKM Makin Banyak Manfaatkan Securities Crowdfunding, Dana Terhimpun Rp290 Miliar Lebih

Hadirnya POJK Nomor 57/POJK.04/2020 yang mengatur layanan urun dana melalui Equity Crowdfunding tentunya menjadi angin segar bagi para Pelaku UMKM.


UMKM Makin Banyak Manfaatkan Securities Crowdfunding, Dana Terhimpun Rp290 Miliar Lebih
Pemilik reparasi tas dan sepatu 'Alvino Collection' saat melayani pelanggan di kawasan Mangga Besar, Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (9/2/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Hadirnya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 57/POJK.04/2020 yang mengatur Penawaran Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi (Securities CrowdFunding) tentunya menjadi angin segar bagi para pelaku Usaha Menengah, Kecil dan Mikro di Indonesia.

Dimana hal tersebut pun juga sejalan dengan amanat Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) untuk memprioritaskan UMKM serta mendukukng keberlangsungan UMKM di Indonesia.

Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen mengakui pasca terbitnya POJK Nomor 57/POJK.04/2020 tersebut, jumlah partisipan mengalami kenaikan. Begitupun dana yang dihimpun juga meningkat.

"Menurut data yang dihimpun, per Juni 2021 lalu kami mencatat total penyelenggara yang mendapatkan izin dari OJK bertambah menjadi lima pihak, dari sebelumnya hanya empat pihak saja. Kemudian adanya peningkatan penerbit pelaku UMKM yang memanfaatkan SCF ini mencapai 24,8 persen menjadi 161 penerbit," ucapnya pada saat Webinar Securities Crowdfunding "Alternatif Pendanaan bagi UMKM' di Jakarta, Selasa (3/8/2021).

Nah, tambahnya, dari pertumbuhan tersebut, dana yang berhasil dihimpun juga mengalami kenaikan hingga 52 persen mencapai Rp 290 miliar hingga Juni 2021 lalu yang sebelumnya hanya mencapai Rp191,2 miliar per Desember 2020.

"Kemudian untuk pemodal, lanjutnya, juga mengalami pertumbuhan sebesar 54 persen yang dari sebelumnya hanya berjumlah 22.341 pihak menjadi 34.525 investor,” ucapnya.

Sebagai Informasi, sampai dengan akhir Desember 2020, jumlah penerbit/pelaku UMKM yang memanfaatkan ECF dari empat penyelenggara, baru mencapai 129 penerbit (perusahaan) dengan jumlah dana yang dihimpun mencapai Rp191,2 miliar.

Jika dibandingkan dengan total jumlah UMKM yang ada di Indonesia, yang menurut data Kemenkop UKM tahun 2018 telah mencapai 64 juta pelaku usaha, jumlah penerbit tersebut masih terbilang sangat sedikit.

Berkaca dari evaluasi yang telah dilakukan, khususnya terkait dukungan OJK terhadap UMKM, OJK memutuskan untuk mencabut POJK Nomor 37 tahun 2018 dan menggantinya dengan POJK Nomor 57 tahun 2020.