News

Ulama Pakistan yang Serukan Hukuman Mati untuk Penista Agama Wafat, Puluhan Ribu Massa Melayat

Puluhan ribu massa memadati pemakaman seorang ulama pada Sabtu (21/11). Ia merupakan anggota partai Islam yang membela hukuman mati dalam UU penistaan agama.


Ulama Pakistan yang Serukan Hukuman Mati untuk Penista Agama Wafat, Puluhan Ribu Massa Melayat
Puluhan ribu massa menghadiri pemakaman seorang ulama garis keras Pakistan, Khadim Hussein Rizvi (Associated Press)

AKURAT.CO, Puluhan ribu massa memadati pemakaman seorang ulama pada Sabtu (21/11). Mendiang merupakan anggota partai Islam yang membela hukuman mati dalam undang-undang (UU) penistaan agama.

Dilansir dari Associated Press, Khadim Hussein Rizvi wafat pada Jumat (20/11). Partai Rizvi, Tehreek-e-Labbaik, hanya memegang 2 kursi di parlemen. Namun, mereka berulang kali memaksakan tujuannya dengan menggalang demonstrasi besar-besaran.

Pekan lalu, Rizvi memimpin ribuan pengikutnya dalam aksi unjuk rasa di ibu kota Islamabad untuk memprotes penerbitan ulang karikatur Nabi Muhammad di Prancis. Demonstran sempat bentrok dengan pasukan keamanan dalam aksi protes itu.

Ulama Pakistan yang Serukan Hukuman Mati untuk Penista Agama Wafat, Puluhan Ribu Massa Melayat - Foto 1
 Associated Press

Pemerintah Pakistan pun berjanji pada Selasa (17/11) akan segera membahas tuntutan mereka di parlemen. Tuntutan itu meliputi pemutusan hubungan diplomatik dengan Prancis dan pengusiran duta besar Prancis. Menurut seorang juru bicara Tehreek-e-Labbaik, pemerintah juga telah setuju membebaskan anggota partai yang ditahan pada aksi protes baru-baru ini.

Partai Islam ini menjadi terkenal dalam Pemilu Pakistan 2018 karena mengampanyekan pembelaan UU penistaan agama di negara itu. Pada November 2017, para pengikutnya berdemonstrasi selama 21 hari usai kutipan tentang kesucian Nabi Muhammad dihapus dari sumpah jabatan untuk seorang pejabat penganut Ahmadiyah, sekte minoritas yang dianggap sebagai non-Muslim di Pakistan.

Ulama Pakistan yang Serukan Hukuman Mati untuk Penista Agama Wafat, Puluhan Ribu Massa Melayat - Foto 2
 Associated Press

Sementara itu, Rizvi memimpin aksi protes tahun lalu usai otoritas Pakistan membebaskan Asia Bibi, seorang wanita Kristen Pakistan yang dijatuhi hukuman mati atas tuduhan melakukan penistaan agama. Pengadilan membebaskannya, tetapi ia harus melarikan diri ke Kanada lantaran nyawanya terancam.

Mereka pun menyerukan boikot produk Prancis akibat karikatur nabi yang diterbitkan di Prancis. Mereka juga dipandang sebagai pemicu sejumlah serangan mematikan terhadap warga negara Prancis beberapa pekan terakhir.[]