News

Ukraina Mulai Sidangkan Kasus Pertama Pemerkosaan oleh Tentara Rusia, Tersangka Tak Hadir

Mikhail Romanov dituduh membunuh seorang warga sipil Ukraina, kemudian memperkosa istri korban berulang kali.


Ukraina Mulai Sidangkan Kasus Pertama Pemerkosaan oleh Tentara Rusia, Tersangka Tak Hadir
Ada sekitar 50 kasus pelecehan seksual oleh tentara Rusia yang sedang diselidiki dan diyakini jumlahnya akan bertambah. (REUTERS)

AKURAT.CO Ukraina dijadwalkan pada Kamis (23/6) untuk mengadakan sidang pendahuluan terhadap seorang tentara Rusia yang didakwa memperkosa seorang wanita Ukraina selama invasi Rusia. Ini menjadi persidangan pertama dari puluhan kasus semacam itu.

Dilansir dari Reuters, Mikhail Romanov dituduh membunuh seorang warga sipil di wilayah ibu kota Kyiv pada 9 Maret. Ia lantas berulang kali memperkosa istri korban, menurut berkas pengadilan. Pria 32 tahun itu tak berada dalam tahanan Ukraina dan akan diadili secara in absentia (tanpa kehadiran).

Romanov dituduh memperkosa seorang wanita 33 tahun setelah ia dan seorang tentara Rusia lainnya menembak suaminya, Oleksiy, di desa Bohdanivka, timur laut Kyiv. Kedua tentara itu kemudian pergi dan kembali lagi untuk memperkosanya untuk kedua kalinya, menurut berkas pengadilan. Sementara itu, identitas prajurit kedua belum ditetapkan.

baca juga:

Belum jelas perwakilan hukum seperti apa yang akan dimiliki Romanov di persidangan yang akan diadakan secara tertutup ini.

Menurut jaksa yang menangani kasus kekerasan seksual, ada sekitar 50 kejahatan semacam itu yang sedang diselidiki. Namun, jumlah kasus kekerasan seksual oleh tentara Rusia sejak 24 Februari diyakini akan jauh lebih tinggi.

Menurut otoritas, aktivis, dan dokter, banyak korban yang selamat takut atau enggan melaporkan kasus mereka ke polisi dan jaksa. Pasalnya, mereka takut akan pembalasan dari Rusia dan stigma dari para tetangga mereka di Ukraina.

Ukraina mengaku sedang menyelidiki ribuan potensi kejahatan perang yang dilakukan selama invasi Rusia. Menurut Jaksa Agung Iryna Venediktova, banyak tersangka berada di Rusia, tetapi beberapa telah ditawan oleh Ukraina sebagai tawanan perang. []