Tech

Ukraina Dapat Bantuan Senjata Teknologi Lebih Banyak

Ukraina mendapatkan bantuan persenjataan dari berbagai negara untuk invasi Rusia.


Ukraina Dapat Bantuan Senjata Teknologi Lebih Banyak
Ilustrasi Perang Rusia Ukraina (Akurat.Co)

AKURAT.CO Ukraina mendapatkan bantuan persenjataan dari berbagai negara untuk invasi Rusia.

Bahkan, persenjataan yang akan diberikan ke Ukraina diklaim akan lebih banyak senjata teknologi tinggi.

Dikutip dari Associated, Rabu (25/5/2022), bantuan tersebut setelah melakui kesepakatan. Sebanyak m 50 pemimpin pertahanan dari berbagai belahan dunia bertemu dan telah mencapai kata sepakat untuk memberikan bantuan itu, termasuk mengerahkan launcer Harpoon dan rudal demi melindungi pantai Ukraina.

baca juga:

Disebutkan, Harpoon yang sepanjang 3,8 meter ini adalah rudal anti kapal dan bisa ditembakkan dari pesawat, kapal permukaan, kapal selam, ataupun di area pertahanan pantai. Harga per unitnya relatif murah, sekitar USD 1,5 juta.

Harpoon dapat terbang di atas air untuk menghindari serangan dari lawan ketika menyasar targetnya. Bagian ujungnya memiliki hulu ledak seberat 221 kilogram yang akan meledak begitu mencapai incarannya.

Dengan adanya Rudal tersebut diharapkan mampu mengganggu blokade Rusia di wilayah perairan Ukraina.

Tak hanya itu, nanti akan ada bantuan peralatan perang baru termasuk helikopter serang, tank sampai sistem roket.

"Setelah diskusi hari ini, saya senang melaporkan bahwa kami mengintensifkan upaya-upaya kami dan terus memperdalam koordinasi dan kerja sama sehingga Ukraina bisa memperkuat operasi perangnya," kata Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Lloyd Austin.

"Upaya terpadu kami juga akan membentengi dan memperkuat angkatan bersenjata Ukraina, untuk menolong mereka dalam menangkal agresi Rusia di masa depan," sambungnya.

Pasalnya, blokade Rusia di Ukraina dikhawatirkan dapat mengganggu pasokan pangan global dan menaikkan harga bahan pokok.

Apalagi, Ukraina merupakan penghasil gandum besar. Itu sehingga, wajar saja mendapat bantuan senjata berat dari berbagai negara.