Lifestyle

Uji Klinis Vaksin Covid-19 BUMN Hampir Selesai, Jokowi Bakal Tentukan Nama Vaksin

Bio Farma sedang melakukan hasil Uji klinis fase 3 Vaksin Covid-19 BUMN, nama vaksin akan ditentukan Presiden Jokowi


Uji Klinis Vaksin Covid-19 BUMN Hampir Selesai, Jokowi Bakal Tentukan Nama Vaksin
Proses Uji Klinis Fase 3, yang dilaksanakan di empat Center Studi : Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Indonesia, Jakarta, FK Universitas Diponegoro Semarang), FK Universitas Andalas Padang, dan FK Universitas Hasanuddin Makassar dengan total 4.050 subyek relawan secara nasional. (Biofarma)

AKURAT.CO Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir mengatakan, saat ini Bio Farma sedang melakukan hasil Uji klinis fase 3 Vaksin Covid-19 BUMN, sebagai rangkaian proses untuk mendapatkam Izin Edar Dalam Keadaan Darurat (Emergency Use Authorization / EUA) dari Badan POM.

Parerel dengan hal tersebut, Bio Farma juga telah melakukanaudit Vaksin Covid19 oleh LPPOMMUI dan dalam waktu dekat akan tersertifkasi untuk aspek kehalalannya.

“Presiden (Jokowi) sudah menyiapkan nama khusus untuk Vaksin Covid-19 BUMN dan Bio Farma sedang berproses untuk mendaftarkan nama tersebut ke Ditjen HKI Kemenkumham, mudah-mudahan di tanggal 17 Agustus 2022 Indonesia akan memiliki vaksin buatan Indonesia, persembahan untuk Indonesia guna memutus mata rantai Covid-19”, ungkap Honesti melalui keterangan pers, dikutip pada Selasa (02/8/2022). 

baca juga:

Diketahui, uji kinis fase 3 vaksin Covid-19 BUMN yang dilaksanakan di empat Center Studi, antara lain FakultasKedokteran (FK) Universitas Indonesia, FK Universitas Diponegoro, FK Universitas Andalas Padang, dan FK Universitas Hasanuddin Makassar dengan total 4.050 subyek relawan secara nasional. 

Menurut Medical Advisor Tim Uji Klinis Vaksin Covid-19 BUMN Prof. DR. dr. Soedjatmiko, SpA (K), sesuai standard uji klinis vaksin WHO dan BPOM, semua vaksin baru harus melalui 3 tahapan uji klinis

“Uji klinis ini, bertujuan untuk membuktikan bahwa vaksin Covid-19 buatan Bio Farma ini aman dapatmeningkatkan kadar antibodi secara bermakna untuk melawan virus COVID, sehingga diharapkanberkhasiat (effikasi) melindungi subjek dari sakit berat dan kematian karena COVID sesuai standar Badan POM," ungkap Sudjatmiko pada kesempatan sama.

Beliau menambahkan, Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi yang paling umum dilaporkan yaitu nyeri lokaldi sekitar area suntik dan nyeri otot dengan intensitas ringan, demam pasca penyuntikan yang akanhilang dengan sendirinya dalam kurun waktu 1 hingga 2 hari kedepan.

Vaksin Covid-19 BUMN yang menggunakan teknologi Subunit Protein Rekombinan (protein ReceptorBinding Domain / RBD), harus melalui perjalanan yang panjang, sampai nantinya bisa digunakan.

Bermula di Uji Klinis Fase I untuk mengevaluasi keamanan dan preliminary imunogenisitas vaksin, yangmelibatkan 175 subjek berusia mulai dari 18 tahun, dimulai sejak 16 Februari 2022 dengan hasil baik.