News

UIN Yogyakarta Beber Penyebab Penendang Sesajen Semeru DO dari Kampus

Hadfana pernah menjadi mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Arab (PBA) di Fakultas Ilmu Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga, masuk pada tahun 2008.


UIN Yogyakarta Beber Penyebab Penendang Sesajen Semeru DO dari Kampus
Hadfana Firdaus, penendang sesajen di Gunung Semeru. (twitter/@Setiawan3833)

AKURAT.CO Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof. Dr. Phil. Al Makin mengungkap latar belakang Hadfana Firdaus, penendang sesajen di lokasi erupsi Gunung Semeru dikeluarkan dari kampusnya beberapa tahun lalu.

Al Makin tak memungkiri Hadfana pernah menjadi mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Arab (PBA) di Fakultas Ilmu Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga. Ia menyebut, Hadfana masuk pada tahun 2008.

"Kuliah sampai semester 6, mulai dari 2011-2012 sudah tidak lagi melakukan pembayaran," kata Al Makin di Kampus UIN Sunan Kalijaga, Kota Yogyakarta, Jumat (14/1/2022).

baca juga:

"Maka saudara HF sudah dinyatakan drop out pada tahun akademik 2013-2014 karena tidak melakukan daftar ulang lebih dari 3 kali. Maka tercatat di sistem akademik kami DO (Drop Out) sejak 24 Mei 2014," sambung Al Makin.

Al Makin berujar, setelahnya Hadfana merampungkan pendidikan sarjananya di kampus lain sebelum kembali lagi ke UIN Sunan Kalijaga untuk mendaftar program magister Pendidikan Agama Islam.

"Tetapi yang bersangkutan tidak mendaftar ulang dalam waktu yang ditentukan, artinya yang bersangkutan belum resmi menjadi mahasiwa UIN Sunan Kalijaga," ungkap Al Makin.

Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Sri Sumarni sementara mengaku pihaknya belum sempat mencari informasi detail mengenai bagaimana perilaku Hadfana saat berkuliah dulu.

"Hadfana Firdaus ini kan masuk tahun 2008, sekarang 2021 berarti sudah sangat lama. Ketika mahasiswa (Hadfana) ini kuliah S1 Pendidikan Bahasa Arab, kaprodinya itu Pak Kiai Ahmad Rodhi, sudah almarhum, sudah wafat," jelas Sri.

"Untuk para dosen, karena berita ini baru kemarin dan kami sibuk sekali maka kami belum sempat bertanya kepada dosen yang mengajar, mencari info lebih lanjut tentang karakter yang bersangkutan selama kuliah di UIN Sunan Kalijaga," sambungnya memungkasi.

Hadfana Firdaus sendiri telah diamankan oleh jajaran Polda Jatim dibantu Polda DIY, Kamis (13/1/2022) malam. Ia yang kini berstatus tersangka itu terancam jeratan Pasal 156 KUHP, tentang permusuhan, kebencian, atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia.[]