News

UGM Dalami Tren Paparan COVID-19 Usia Anak dan Kaitannya dengan Varian Delta

Saat ini pihaknya tengah melakukan pemeriksaan pengurutan keseluruhan genom atau Whole Genome Sequencing (WGS) pada 48 spesimen COVID-19 pasien anak


UGM Dalami Tren Paparan COVID-19 Usia Anak dan Kaitannya dengan Varian Delta
Ilustrasi Virus Corona (istockphoto.com)

AKURAT.CO Pokja Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM mengungkap munculnya tren penularan COVID-19 pada pasien anak secara cepat. Kecenderungan ini mulai terlihat sejak pertengahan Juni 2021.

Ketua Pokja FKKMK UGM Gunadi menuturkan, saat ini pihaknya tengah melakukan pemeriksaan pengurutan keseluruhan genom atau Whole Genome Sequencing (WGS) pada 48 spesimen COVID-19 pasien anak. Sampel diperoleh dari Solo, Jawa Tengah, sekitaran DKI Jakarta, dan beberapa asal DIY.

"Pemeriksaan sampel anak ini kaitannya apakah varian delta. Kemenkes minta bantuan untuk memeriksa sampel dari Solo, benar enggak varian delta. Kalau implikasinya ke sana, kok tiba-tiba kasusnya banyak," kata Gunadi di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Senin (21/6/2021).

Gunadi menjabarkan, tingkat paparan usia sejauh ini terbagi ke dalam dua kategori umur. Yakni, anak usia di bawah 5 tahun dan antara 5 hingga 18 tahun.

Gunadi melanjutkan, berdasarkan hasil pendataan Kemenkes tercatat adanya peningkatan kasus paparan COVID-19 pada usia anak secara signifikan. Padahal, awal masa pandemi dulu terhitung rendah.

"Dulu teorinya anak tidak rentan tapi sekarang tidak, trennya justru menaik. Implikasinya anak bisa jadi sumber penularan. Kalau orang tua belum vaksin ini jadi masalah," urai Gunadi.

Baca Juga: Pakar UGM: Pembatasan 70 Persen Warga selama 20 Hari Efektif Kendalikan Covid-19

Kendati, Pokja FKKMK UGM tetap akan melihat hasil pemeriksaan WGS spesimen dari berbagai daerah tadi. Pemeriksaan dilakukan bersamaan dengan sampel lain yang masuk ke laboratorium. 

"Running 48 sampel itu bisa sih tapi sisanya sayang, kalau komplit 48," ujarnya.[]