Olahraga

UEFA Ancam ESL, Pemain Merasa di Posisi Rentan

“Para pemain yang akan bermain di tim-tim yang mungkin bermain di liga tertutup (ESL) akan dilarang bermain di Piala Dunia dan Piala Eropa."


UEFA Ancam ESL, Pemain Merasa di Posisi Rentan
Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, saat memimpin kongres UEFA yang berlangsung di Amsterdam, Belanda. (REUTERS/Yves Herman)

AKURAT.CO, Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, mengecam kejuaraan baru Liga Super Eropa (ESL) yang diinisiasi oleh klub-klub besar Eropa. Ceferin mengancam akan menjatuhkan sanksi larangan bermain di Piala Eropa dan Piala Dunia bagi pemain yang ikut ke turnamen tersebut.

Menurut Ceferin, sanksi mungkin belum bisa diterapkan di Piala Eropa 2020 yang mulai berlangsung pada Juni mendatang. Namun, Ceferin melihat hukuman di masa depan untuk turnamen yang disebutnya sebagai proposal pelayanan diri bermotivasikan keserakahan klub.

“Para pemain yang akan bermain di tim-tim yang mungkin bermain di liga tertutup (ESL) akan dilarang bermain di Piala Dunia dan Piala Eropa. Jadi mereka tidak bakal bisa mewakili tim nasional mereka di pertandingan manapun,” ucap Ceferin sebagaimana dipetik dari The Guardian.

“Rencana sinis ini (ESL) sepenuhnya menantang sepakbola seharusnya. Ide ini adalah ludahan di wajah seluruh pencinta sepakbola dan juga masyarakat. Saya tidak akan memanggil mereka Dirty Dozen (12 tim yang kotor) tetapi..”

Sementara itu, Anggota Komite UEFA, Jesper Moller, mengklaim bahwa Chelsea, Manchester City, dan Real Madrid bakal dikeluarkan dari Liga Champions pekan ini. Bersama Paris Saint-Germain, ketiga klub tersebut akan bermain di semifinal Liga Champions musim ini.

“Klub harus pergi (dari Liga Champions), dan saya berharap itu terjadi pada Jumat (ini),” kata Moller.

“Setelah itu kami harus menemukan bagaimana caranya menyelesaikan (musim) turnamen Liga Champions. Harus ada pertemuan khusus Komite Eksekutif pada Jumat. Saya berharap 12 klub (pendiri ESL) dikeluarkan.”

Sementara itu, Asosiasi Pesepakbola Internasional (FIFPro), menunjukkan bahwa pemain berada dalam posisi yang rentan dalam hal ini. Mereka menentang keputusan yang bisa dijatuhkan oleh klub atau lembaga seperti UEFA untuk tindakan apapun yang diambil pemain terhadap ESL.

“Pemain terus digunakan sebagai aset dan pengaruh dalam negosiasi-negosiasi ini. Ini tidak bisa diterima oleh FIFPro, 64 asosisasi pemain nasional kami dan 60 ribu pemain yang kami wakili,” kata FIFPro dalam pernyataannya.

“Kami dengan tegas menentang tindakan dari dua belah pihak yang mengganggu hak pemain, seperti (hukuman) dikeluarkan dari tim nasional mereka.”[]

Hervin Saputra

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu