Rahmah

Ubaidah Bin Harits, Mujahid yang Mendapat Syahid di Perang Badar

Ketika Ubaidah terluka parah, ia bertanya kepada Rasulullah, "Apakah aku syahid, ya Rasulullah?" "Ya," Kata beliau, "Dan aku akan menjadi saksi untukmu!!"


Ubaidah Bin Harits, Mujahid yang Mendapat Syahid di Perang Badar
Sahabat Nabi (SINDONEWS)

AKURAT.CO  Terdapat tokoh kafir Quraisy bernama Utbah bin Rabiah yang menantang duel satu persatu sebelum perang Badar pecah ketika dua pasukan sedang berhadapan. Kemudian seseorang bernama Walid bin Utbah yang merupakan putra dari Utbah bin Rabiah bersama Ali bin Abi Thalib maju menghadapinya. Sehingga Ali berhasil membunuhnya. 

Melihat hal tersebut, kemudian saudara Syaibah bin Rabiah dan paman Rasulullah SAW, Hamzah bin Abdul Muthalib melayani tantangannya dan dengan mudah membunuhnya pula. Karena anak dan saudaranya tewas di hadapannya, Utbah sendiri yang maju menuntut balas dendam.

Akan tetapi, kali ini ia dihadapi oleh Ubaidah bin Harits. Seperti halnya dua tiang yang kokoh, saling beradu pukulan dan terlihat kekuatan mereka seimbang. 

Akhirnya Ubaidah berhasil memukul pundak Utbah hingga patah, akan tetapi Utbah pun berhasil memotong betis kaki Ubaidah, hingga keduanya tampak sekarat. Lantas Ali dan Hamzah maju membunuh Utbah, dan mereka membawa Ubaidah ke tempat Rasulullah SAW sedang berteduh. 

Rasulullah SAW yang melihat Ubaidah kemudian meletakkan kepala Ubaidah di paha beliau. Setelahnya, Rasulullah SAW lalu mengusap wajahnya yang penuh debu. 

Disaat itu juga Ubaidah memandang Rasulullah SAW dan berkata, "Wahai Rasulullah, jika Abu Thalib melihat keadaanku ini, ia pasti akan mengetahui bahwa aku lebih berhak atas kata-kata yang pernah diucapkannya tersebut.Ubaidah memang masih paman Nabi SAW dan sepupu dari Abu Thalib. Ketika kaum kafir Quraisy berniat untuk membunuh Nabi SAW, bahkan mereka menawarkan seorang anak muda sebagai pengganti. Abu Thalib dengan tegas berkata, "(Kalian berdusta jika mengatakan) bahwa kami akan menyerahkannya (yakni Muhammad, tanpa kami melindunginya) sampai kami terkapar di sekelilingnya dan bahkan (untuk itu akan) menelantarkan anak-anak dan istri-istri kami sendiri."

Setelah mendengar perkataan Ubaidah, Rasulullah SAW hanya tersenyum. Kemudian Ubaidah bertanya, "Apakah aku syahid, ya Rasulullah?" "Ya," Kata beliau, "Dan aku akan menjadi saksi untukmu!!"

Tak lama setelah itu, Ubaidah meninggal. Sehingga Rasulullah SAW menguburkannya di Shafra', sebuah wadi antara Badar dan Madinah. Rasulullah SAW sendiri yang turun ke kuburnya. Diketahui bahwa Rasulullah SAW tidak pernah turun ke kuburan siapapun sebelumnya, kecuali pada pemakaman Ubaidah bin Harits ini. Subhanallah. []